Penggantian Jemaah Wafat Tunggu Penetapan Pengadilan

umroh semarang,biro umroh semarang, umroh murah semarang,umroh sesuai sunnah,  biro umroh semarang,biro umroh najah semarang,travel umroh terbaik di semarang,travel umroh terbaik di jakarta,travel umroh terbaik di indonesia,travel umroh terbaik,rekomendasi travel umroh,daftar nama travel umroh resmi,daftar travel umrah bermasalah,travel umroh terpercaya,travel umroh resmi,travel umroh dan haji,agen umroh terbaik,agen umroh,agen umroh terpercaya,umroh 2019,umroh mabrur,umroh yang mabrur,umroh berapa hari,umroh plus turki, umroh plus mesir,umroh plus, paket umroh,umroh plus aqso,umroh plus aqsa,biaya umroh,paket umroh murah,umroh jakarta,umroh backpacker

Yogyakarta (PHU)---Rapat Koordinasi Teknis Pendaftaran, Pembatalan, dan Pemberangkatan Haji telah memasuki hari kedua sejak dibuka kemarin oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Selain Dirjen PHU, hadir pula sebagai narasumber Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Direktur Pengelolaan Dana Haji, dan Kepala Sub Direktorat di Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri.

Noer Alya Fitra (Nafit) yang menjadi pemateri teknis pelunasan dan pembatalan haji lebih banyak membahas masalah pelimpahan nomor porsi bagi jemaah wafat. Pelimpahan nomor porsi merupakan hal paling menarik karena selama beberapa waktu terakhir banyak dibahas berbagai media.

"Regulasi pelimpahan nomor porsi bagi jemaah wafat telah memasuki babak akhir, sebentar lagi akan disyahkan," kata Nafit di hotel Grand Zuri Yogyakarta, Kamis (15/3/2018).

Menurut Nafit, syarat pelimpahan nomor porsi bagi jemaah wafat hanya bagi jemaah yang akan berangkat jelang pelunasan.

"Khusus bagi jemaah yang sudah ditetapkan berhak melunasi atau sudah melunasi tapi meninggal sebelum berangkat," jelas Nafit.

Kebijakan penggantian nomor porsi ini karena unsur kemanusiaan, di mana jemaah yang akan berangkat telah menunggu dalam waktu cukup lama. Lantas siapa yang bisa menjadi jemaah haji pengganti? Nafit menjelaskan bahwa jemaah pengganti bisa suami/istri/anak/menantu.

"Penggantinya harus ditetapkan melalui putusan Pengadilan Pegeri bukan Pengadilan Agama," jelas Nafit.

Jemaah haji pengganti yang menerima pelimpahan nomor porsi tidak harus yang telah mendaftar haji atau memiliki nomor porsi. Bisa digantikan oleh yang belum daftar haji dan langsung berangkat tahun itu selama waktunya cukup untuk melengkapi dokumen dan pelunasan.

"Bila jemaah haji pengganti yang ditetapkan tidak dapat berangkat haji pada tahun keberangkatan yang sama dapat ditunda pada tahun berikutnya," imbuh Nafit.

Selain membahas pelimpahan nomor porsi, Nafit juga menguraikan persyaratan pelunasan. Salah satunya penetapan syarat istitha'ah kesehatan bagi jemaah yang akan melunasi.

"Bila jemaah tidak memiliki waktu cukup untuk pemeriksaan istitha'ah kesehatan pada pelunasan tahap kesatu, Kanwil segera mengirim pemberitahuan supaya bisa dimasukkan di pelunasan tahap kedua," pungkasnya.

Nafit juga mengupas permasalahan teknis pembatalan haji. Dia merinci jumlah batal sistem dan permohonan pengaktifan nompr porsi karena sala input aplikasi pembatalan. Selain itu sering ditemui gagal transfer pengembalian dana BPIH batal karena salah nomor rekening ahli waris dan beda bank. (ab/ab).


Ditulis oleh anggoro husni 
Sumber : https://haji.kemenag.go.id



Hubungi Kami



Ingin Umroh Aman dan Nyaman??? 

Pastikan Anda Tahu dan Paham tentang 5 PASTI UMROH
Ingin tahu tentang 5 PASTI UMROH??? Ya di Hasanah Tour saja 



INFORMASI & PENDAFTARAN :

Bapak AGIL
HP.089686131212



Pencarian Populer :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar