Dirjen Perintahkan Jemaah Jaga Kesucian Tanah Haram

umroh semarang,biro umroh semarang, umroh murah semarang,umroh sesuai sunnah,  biro umroh semarang,biro umroh najah semarang,travel umroh terbaik di semarang,travel umroh terbaik di jakarta,travel umroh terbaik di indonesia,travel umroh terbaik,rekomendasi travel umroh,daftar nama travel umroh resmi,daftar travel umrah bermasalah,travel umroh terpercaya,travel umroh resmi,travel umroh dan haji,agen umroh terbaik,agen umroh,agen umroh terpercaya,umroh 2019,umroh mabrur,umroh yang mabrur,umroh berapa hari,umroh plus turki, umroh plus mesir,umroh plus, paket umroh,umroh plus aqso,umroh plus aqsa,biaya umroh,paket umroh murah,umroh jakarta,umroh backpacker

Jakarta (PHU)---Viralnya ‘perilaku tidak lazim’ jemaah haji umrah asal Indonesia saat beribadah di tanah suci memantik berbagai reaksi masyarakat. Sebagian besar kalangan menganggap perilaku itu tidak etis dan jauh dari nilai-nilai ibadah. Bagaimana bisa mereka melafalkan Pancasila dan nasyid Ya Lal Wathan di mas’a saat sedang sa’i ? Pembacaan dasar negara dan syi’ir popular di kalangan nahdiyin itu dianggap tidak sesuai dengan tempat dan waktunya oleh sebagian masyarakat.

Nizar Ali, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) pun bertindak dengan mengeluarkan edaran kepada pimpinan seluruh PPIU, PIHK, dan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan (KBIH). Surat edaran yang ditandatangani pada 28 Februari 2018 itu berisi pelaksanaan bimbingan ibadah haji dan umrah.

“Ada tujuh hal yang perlu kami tekankan kepada PPIU, PIHK, dan KBIH. Semua menyangkut keutamaan ibadah dan kewajiban mereka memberikan bimbingan manasik kepada jemaah. Mereka wajib mematuhi regulasi manasik haji, menjaga kesakralan tanah suci, dan menghormati regulasi Arab Saudi,” kata Nizar di ruang kerjanya Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Kamis (01/03/2017).

Surat edaran nomor B.28.055/Dt.II.I/I/Hj.00/2/2018 yang terdiri dari tujuh butir itu mengingatkan kembali agar PPIU/PIHK memberikan bimbingan manasik dan perjalanan haji/umrah sebelum keberangkatan, selama perjalanan, dan selama di Arab Saudi. Manasik yang diberikan mengacu pada PMA Nomor 22 Tahun 2011 bagi manasik haji oleh PIHK dan PMA Nomor 18 Tahun 2015 bagi manasik umrah oleh PPIU.

Selain itu KBIH juga diharuskan memberikan bimbingan kepada jemaah haji yang mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor D/799 Tahun 2013. Prinsipnya PPIU, PIHK, dan KBIH dalam memberikan bimbingan berpedoman pada buku paket bimbingan manasik haji dan umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.

Disamping itu sesuai dengan himbauan Kementerian Haji Arab Saudi melalui KBRI, para jemaah haji dan umrah agar tetap menjaga kesakralan dan kesucian tanah haram sehingga tidak menimbulkan hal-hal di luar kelaziman dalam pelaksanaan ibadah haji/umrah.

Pada akhir edaran, Dirjen meminta kegiatan manasik yang dilakukan oleh PPIU/PIHK/KBIH dimonitor dan dilaporkan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi setempat. Edaran dapat didownload di SINI KLIK SAJA (ab/ab).

Ditulis oleh Abdul Basir
Sumber : https://haji.kemenag.go.id



Hubungi Kami



Ingin Umroh Aman dan Nyaman??? 

Pastikan Anda Tahu dan Paham tentang 5 PASTI UMROH
Ingin tahu tentang 5 PASTI UMROH??? Ya di Hasanah Tour saja 



INFORMASI & PENDAFTARAN :

Bapak AGIL
HP.089686131212



Pencarian Populer :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar