Ahda Barori: Hati-hati Tawaran Haji Non Kuota

umroh semarang,biro umroh semarang, umroh murah semarang,umroh sesuai sunnah,  biro umroh semarang,biro umroh najah semarang,travel umroh terbaik di semarang,travel umroh terbaik di jakarta,travel umroh terbaik di indonesia,travel umroh terbaik,rekomendasi travel umroh,daftar nama travel umroh resmi,daftar travel umrah bermasalah,travel umroh terpercaya,travel umroh resmi,travel umroh dan haji,agen umroh terbaik,agen umroh,agen umroh terpercaya,umroh 2019,umroh mabrur,umroh yang mabrur,umroh berapa hari,umroh plus turki, umroh plus mesir,umroh plus, paket umroh,umroh plus aqso,umroh plus aqsa,biaya umroh,paket umroh murah,umroh jakarta,umroh backpacker


Semarang (PHU)---Ahda Barori, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri mewanti-wanti agar masyarakat tidak tergiur dengan tawaran haji non kuota. Hal itu disampaikan kepada peserta kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pendaftaran dan Pembatalan Haji di hotel Ciputra Semarang.

"Berhajilah dengan cara yang benar sesuai regulasi. Daftar haji reguler ke Kemenag, haji khusus (daftarnya) ke PIHK," kata Ahda Barori di Semarang, Ahad (4/3/2018).

Masyarakat yang akan mendaftar haji melalui pihak yang menawarkan keberangkatan langsung tanpa waiting list, menurut Ahda masuk kategori haji non kuota. Ahda menegaskan pihak-pihak yang terlibat dalam keberangkatan haji non kuota (furada) pasti akan ditindak Kemenag karena membahayakan keselamatan jemaah.

Terkait dengan kuota haji Jawa Tengah, Ahda menjelaskan pembagiannya sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 109 Tahun 2018.

"Kuota Jateng tahun ini 30.225 jemaah dan TPHD 254 orang. Petugas TPHD sudah ditetapkan 102 pelayanan umum, 102 pembimbing ibadah, dan 50 pelayanan kesehatan," terang Ahda di hadapan 50 peserta yang mayoritas perwakilan dari ormas dan pesantren di Jateng.

Direktur senior di PHU ini mengatakan masyarakat harus tahu dan kritis dengan jumlah kuota di daerahnya.

"Karena kuota TPHD menggunakan kuota jemaah maka bila kuotanya tidak digunakan, bisa dimanfaatkan oleh jemaah haji. Kompetensi TPHD juga kami tetapkan standarnya agar mereka dapat memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah," ujarnya.

Secara detail Ahda menjelaskan berbagai kebijakan layanan haji dalam negeri sesuai dengan tugasnya. Argumentasi teknis tentang persyaratan pendaftaran, pelunasan, penggabungan mahram, pembagian kuota, asrama haji, dokumen, teknis penerbangan juga tidak luput dari penjelasannya.

"Sebetulnya Kemenag sudah memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dalam pelayanan berhaji. Namun tidak boleh serta merta mengabaikan ketentuan yang telah ada," tegasnya.

Peserta kegiatan yang mayoritas pengasuh pesantren diminta Ahda untuk tetap memahami regulasi dari berbagai aspek baik sosiologis maupun filosofisnya. Dia pun mencontohkan latar belakang berbagai regulasi yang disusun Kemenag untuk menjembatani dan memberikan solusi problematika penyelenggaraan haji. (ab/ab).

Ditulis oleh Abdul Basir
Sumber : https://haji.kemenag.go.id



Hubungi Kami


Ingin Umroh Aman dan Nyaman??? 

Pastikan Anda Tahu dan Paham tentang 5 PASTI UMROH
Ingin tahu tentang 5 PASTI UMROH??? Ya di Hasanah Tour saja 



INFORMASI & PENDAFTARAN :

Bapak AGIL
HP.089686131212



Pencarian Populer :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar