Libatkan Kantor Kemenag Kota dan Kabupaten, Kanwil Kemenag Jabar Perketat Pengawasan Umrah


Bekasi (PHU)—Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat akan melibatkan seluruh Kantor Kementerian Agama disetiap Kota dan Kabupatennya untuk memperketat pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), hal ini dikarenakan sudah banyaknya laporan dari masyarakat khususnya calon jemaah umrah yang telah menjadi korban PPIU yang tidak bertanggungjawab.


“Saat ini masih banyak juga calon Jemaah umrah yang tidak melaporkan kasusnya,” kata Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Ajam Mustajam saat bertemu dengan para perwakilan PPIU di Asrama Haji Bekasi. Rabu (7/1).

Ajam mengajak kepada seluruh PPIU untuk berkompetisi secara baik dan sehat, tidak usah menjelek-jelekan satu sama lain dan bangun sosial kemasyarakatan agar tidak ada lagi kasus-kasus yang terulang kembali.

“Silakan Berkompetisi dengan baik dan sehat, dan jangan melakukan sesuatu yang menyimpang,” pinta Ajam.

“Jalankan usaha yang normal, itu yang namanya berkah,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mengatakan sosialisasi ini adalah untuk mempertegas komitmen dari PPIU se-Jabar agar dalam penyelenggaraan ibadah umrah sesuai dengan aturan dan masyarakat tidak menjadi korban penyelenggara yang tidak bertanggungjawab.

“Mereka (PPIU-red) prihatin dengan beberapa masalah umrah termasuk beberapa penyelenggara yang tidak berizin,” kata Arfi.

Arfi meminta agar Kantor Kemenag Kabupaten/Kota untuk lebih aktif memberi pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat dan melaporkan apabila ada penyelenggara yang menjual dengan harga yang tidak rasional, serta memasarkan yang potensial merugikan Jemaah.

“Saya tadi minta ke Kankemenag Kab/Kota untuk lebih aktif memberi pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat dan melaporkan apabila ada penyelenggara yang menjual dengan harga yang tidak rasional,” pintanya.

Disinggung masalah regulasinya, Arfi menjawab, isinya nantinya akan nada pembatasan waktu antara pendaftaran ke keberangkatan paling lama 6 bulan, dan pelunasan ke keberangkatan paling lama 3 bulan.

“Regulasinya nanti akan berbentuk Peraturan Menteri Agama (PMA) yang saat ini sedang difinalisasi oleh biro hukum,” ucapnya. (ha/ha)

Ditulis oleh anggoro husni 
Sumber : https://haji.kemenag.go.id



Hubungi Kami



Ingin Umroh Aman dan Nyaman??? 
Pastikan Anda Tahu dan Paham tentang 5 PASTI UMROH
Ingin tahu tentang 5 PASTI UMROH??? Ya di Hasanah Tour saja 



HUBUNGI :
Bapak AGIL
HP.089686131212


Pencarian Populer :
umroh keluarga,umroh travel,travel umroh terbaik di indonesia,travel umroh jakarta,travel umroh terbaik di semarang,biro umroh semarang,travel umroh resmi,travel umroh terbaik,umroh semarang,biro umroh terbaik,travel umroh,umroh mabrur,umroh murah bandung,umroh murah surabaya,umroh murah 2018,umroh hasanah,umroh murah semarang,biro umroh najah semarang,biro umroh najah semarang,umroh fatimah zahra,mastour umroh semarang,biro umroh saibah semarang,doa umroh mabrur,umroh mandiri,umroh bank syariah mandiri,umroh yang mabrur,umroh cerdas,umroh berapa hari,umroh adalah,biro umroh,biro umroh solo,biro umroh jogja,biro umroh arminareka,travel umroh sahrul gunawan,travel umroh solo,travel umroh sbl,travel umroh bandung,umroh plus turki 2018,umroh plus,komunitas umroh backpacker,umroh backpacker,umroh paytren,umroh plus turki murah,umroh reguler,paket umroh murah,paket umroh,paket umroh plus,paket umroh plus mesir,paket umroh jakarta,paket umroh turki,travel umroh di semarang,travel umroh di jakarta,travel umroh di surabaya,travel umroh di solo,umroh bersama keluarga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar