Tidak Mabit di Mina di Hari Tarwiyah, Tidak Sesuai Sunnah?

Manakah yang lebih utama, Langsung ke Arafah atau ke Mina dulu? Sedangkan saya sebenarnya condong ke Mina dulu, sebagai iitibak hajinya nabi, hal seperti ini dibilang dengan istilah tanazul.... 

Ilustrasi gambar : www2.kemenag.go.id



Pertanyaan : 

Assalamu alaikum 



Semoga ustadz selalu diberi kesehatan dan dalam lindungan Allah SWT. 


Dalam waktu dekat Insya Allah saya dan istri akan melakukan ibadah haji. Biasanya jemaah haji indonesia saat tanggal 8 Dzulhijah, tidak pergi ke Mina tetapi langsung ke Arafah. 

Manakah yang lebih utama, Langsung ke Arafah atau ke Mina dulu? Sedangkan saya sebenarnya condong ke Mina dulu, sebagai iitibak hajinya nabi, hal seperti ini dibilang dengan istilah tanazul.... 

Wassalamu alaikum



Jawaban : 

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada dasarnya semua detail manasik ibadah haji kita ini harus mengacu kepada manasik haji Rasululah SAW. Sebagaimana perintah beliau SAW sendiri dalam hadits :


خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ

Ambillah dariku tata cara haji kalian (HR. Muslim)

Namun dalam bentuk realnya, tidak semuanya berstatus wajib dijalankan. Tetapi ada variasi dan pembagian status hukum. Ada manasik statusnya menjadi rukun, dimana haji tidak sah kalau ditinggalkan. Contohnya adalah wuquf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. 

Namun ada juga yang statusnya hanya sekedar sunnah. Dan salah satu contohnya adalah bermalam (mabit) di Mina sejak tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyah). Dan semua itu terjadi serta dilakukan oleh para shahabat sepengetahuan beliau SAW sendiri. 

Yang dimaksud dengan sunnah haji adalah bagian dari ritual ibadah haji, yang apabila dikerjakan akan mendatangkan pahala bagi pelakunya, namun apabila ditinggalkan, tidak berdampak apa-apa, tidak perlu mengulang, tidak perlu bayar denda, dam atau kaffarah, dan ibadah hajinya tetap sah.

Satu-satunya masalah hanya terletak pada nilai pahala yang tidak sempurna atau kurang. Namun bukan berarti hambatan untuk sahnya ibadah haji.

Oleh karena itu statusnya merupakan pilihan. Bila dirasa bermalam di Mina mudah dilakukan dan mampu tanpa harus memaksakan diri, silahkan saja dikerjakan. Sebaliknya, bila untuk bermalam itu ternyata akan menimbulkan masalah baru, padahal masalah yang lain sudah cukup banyak, maka seandainya tidak dikerjakan pun tidak mengapa.

Memang ada sebagian kalangan yang agak memaksakan kehendak, sehingga harus bersusah-susah memaksakan diri bermalam di Mina pada saat itu. Tentu saja tujuannya pasti mulia, yaitu ingin ittiba' atau ikut sunnah Nabi SAW. 

Cuma kadang-kadang cara yang dilakukannya agak berlebihan atau agak terlalu memaksakan. Bahkan tidak jarang sampai bertindak agak di luar batas, yaitu menjelek-jelekkan mereka yang tidak bermalam di Mina pada hari itu. Seolah-olah yang tidak bermalam di Mina itu hajinya keliru, salah, tidak sesuai sunnah dan berbagai macam julukan yang kurang baik lainnya.

Bahkan ada salah satu teman saya yang jadi pembimbing haji yang menjadikan mabit di Mina sebagai bagian dari taktik dagang dan bahan promosi bisnis haji. Slogannya cukup bikin panas : "Ikutilah Rombongan Haji Kami, Karena Hanya Kami Yang Sesuai Dengan Sunnah Rasulullah".

Kesannya, kalau tidak ikut rombongan milik dirinya, maka haji yang kita lakukan tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Lucunya, jamaah yang dibimbingnya pun dicekoki doktrin-doktrin sejenis. Sehingga setiap bertemu dengan orang-orang selalu mengecap bahwa semua jamaah haji itu keliru. Dan yang sesuai dengan sunnah Rasulullah hanya jamaah mereka saja.

Padahal Rasulullah SAW sendiri tidak mewajibkan dan tidak mengharuskan. Beliau SAW tahu bahwa kemampuan tiap jamaah itu tidak sama. Ada yang kuat dan ada yang lemah. Ada yang mampu menginap di Mina dan ada yang tidak mampu.

Oleh karena itulah sesungguhnya di dalam ritual manasik ibadah haji yang diajarkan oleh beliau SAW, selalu saja terdapat celah-celah keringanan bagi umatnya. Dan celah itu justru bagian dari keistimewaan ibadah haji yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sendiri.

Dan tugas para ulama adalah membuatkan daftar mana saja yang menjadi rukun yang tidak boleh ditinggalkan, dan mana saja yang hukumnya jadi wajib atau sunnah dalam haji.

Selain bermalam di Mina pada hari Tarwiyah itu, yang juga termasuk sunnah-sunnah haji yang lainnya misalnya Tawaf Qudum, khutbah Arafah, berjalan kaki dari Mina ke Arafah, dan bermalam di Muzdalifah pada malam Nahr dan seterusnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


Sumber : http://www.rumahfiqih.com/




Pencarian Populer :

Biro travel umroh resmi 2018 kami melayani umroh dan haji di Semarang, Solo,Jogja,Yogyakarta,Magelang,Jakarta,Bandung,Bekasi,Surabaya, promo umroh ramadhan 2018,arti umroh,pengertian haji dan umroh beserta dalilnya,umroh berapa hari,tata cara umroh,materi haji dan umroh,paket umroh,perbedaan umroh dan haji,makalah haji dan umroh,sejarah singkat ibadah haji dan umrah dalam islam,sejarah haji nabi ibrahim,sejarah pelaksanaan ibadah haji,sejarah haji singkat,sejarah disyariatkannya ibadah haji,materi fiqih tentang umroh,umroh semarang 2017, Umroh, Umroh Murah, Umroh dan Haji, Travel Umroh dan Haji, Biro Umroh dan Haji, Umroh Semarang, umrah, info umroh dan haji, umrah murah, umroh ramadhan, umrah ramadhan, umrah semarang, Pelayanan Haji, Haji, Haji Plus, Haji Khusus Biro Haji, Travel Haji, Umroh Hemat, umroh plus turki, umroh 2018, umroh wonosobo, umroh pati, umroh demak, umroh jepara, umroh kudus, umroh rembang, umroh purwodadi, umroh rembang, umroh blora, umroh kendal, umroh batang, biro umroh demak, biro umroh jepara, biro umroh kendal, biro umroh semarang, biro umroh jawa tengah, biro umroh yogyakarta, biro umroh temanggung, biro umroh surabaya, biro umroh pekalongan, biro umroh rembang, biro haji plus semarang, paket umroh murah, paket umroh hemat, umroh murah saibah, umroh 2018, umroh semarang 2018, Umroh 2019, biro umroh semarang,biro umroh murah di semarang,umroh murah semarang,umroh semarang,,umroh jogja,umroh 2018,umroh solo,umroh murah,umroh sunnah,umroh tiket murah,umroh backpacker,umroh berapa hari,umroh adalah,umroh yogyakarta,travel umroh,travel umroh jogja,travel umroh sbl,travel umroh arminareka,travel umroh resmi,travel umroh murah,travel umroh terbaik,travel umroh Jakarta,travel umroh surabaya,travel umroh terbaik di surabaya,travel umroh di bandung,tour umroh,tour umroh terpercaya,tour umroh semarang,tour umroh palembang,tour umroh surabaya,tour umroh malang,tour umroh terbaik di indonesia,tour umroh yang bagus,tour umroh yusuf mansur,tour umroh plus turki,paket umroh,paket umroh telkomsel,paket umroh 2018,paket umroh indosat,paket umroh xl,paket umroh murah,paket umroh 2017,paket umroh 3,paket umroh nur ramadhan yogyakarta,paket umroh murah 2018,paket umroh ramadhan 2018,harga umroh,harga umroh,harga umroh 2018,harga umroh 2017,harga umroh arminareka 2017,harga umroh ramadhan 2018,harga umroh tahun 2018,harga umroh desember 2017,harga umroh murah,harga umroh abu tour,harga umroh percikan iman 2017,fiqih umroh,fiqih umroh sesual sunnah,tiqih umroh dan haji,fiqih umroh wanita,fiqih umroh,makalah fiqih umroh,fiqih ibadah umroh,fIqih tentang umroh,fiqih haji umroh,fiqih hail dan umroh ppt,fiqih hail dan umrah pdf,bimbingan umroh ,bimbingan umroh Iengkap,bimbingan umroh dan haji,bimbingan umroh sesuai sunnah,bimbingan umroh youtube,bimbingan umroh sesual sunnah nabi,bimbingan umrah pdf,bimbingan umroh yogyakarta,bimbingan umroh 2015,bimbingan umroh arminareka,bimbingan umroh di bandung,biro umroh ,biro umroh jogja,biro umroh di solo,biro umroh surakarta,biro umroh terbaik di solo,biro umroh solo,biro umroh magelang,biro umroh semarang,biro umroh sbl,biro umroh maktour,biro umroh terbaik,biro travel umroh,biro travel umroh di palembang,biro travel umroh di solo,biro travel umroh nra,biro travel umroh resmi,biro travel umroh di semarang,biro travel umroh bekasi,biro travel umroh di surabaya,biro travel umroh surabaya,biro travel umroh solo,biro travel umroh bermasalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar