Sudah Mampu Tapi Tidak Mendaftar Haji : Kafirkah?

Saya baru saja mendengar dari teman yang sudah pernah manasik haji bahwa saat manasik, pemberi materi manasik menyatakan bahwa orang-orang yang sudah mampu secara ekonomi dan fisik untuk naik haji tetapi belum mendaftar atau menunaikan ibadah haji akan mati dalam keadaan kafir. Benarkah ?



Pertanyaan : 
Assalamu'alaikum Warohmatulloh... 

Ustadz yang Insya Allah dirahmati Allah.

Saya baru saja mendengar dari teman yang sudah pernah manasik haji bahwa saat manasik, pemberi materi manasik menyatakan bahwa orang-orang yang sudah mampu secara ekonomi dan fisik untuk naik haji tetapi belum mendaftar atau menunaikan ibadah haji akan mati dalam keadaan kafir. 

Benarkah hal ini Ustadz? 

Jazakallohu Khoiron. 

Wassalamu'alaikum Warohmatulloh...

Jawaban : 
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Semua orang pasti tertawa kalau membaca apa yang Anda sampaikan, bahwa cuma gara-gara tidak mendaftar haji seseorang bisa jadi kafir. 

Ada dua kemungkinan dalam hal ini. Kemungkinan pertama, barangkali Anda salah dengar atau minimal kutip, mungkin bukan itu yang dimaksudkan oleh pemberi materi saat menyampaikan materi manasik haji. Kemungkinan kedua, Anda tidak keliru mengutip tetapi memang itulah yang disampaikan oleh pemberli materi. 

Kalau pun benar apa yang Anda sampaikan tentang fatwa si pemberi materi itu, nampaknya pemberi materi itu agar terlalu bersemangat bahkan melewati batas dalam mengajak orang-orang untuk pergi haji, sehingga sampai membuat hukum baru, yaitu mengkafirkan orang mampu yang tidak mendaftar haji.

Kalau benar beliau berfatwa seperti itu maka tentu saja fatwa itu menyimpang dan merupakan kekeliruan fatal, bahkan dampaknya amat besar. 

1. Tidak Ada Nash Al-Quran dan Sunnah
Kesalahan fatwa itu karena tidak ada nash Al-Quran dan As-Sunnah yang menyatakan bahwa murtadnya seseorang lantaran tidak mendaftarkan diri sebagai jamaah haji. Enam ribu ayat lebih plus jutaan butir hadits nabawi yang tertuang di dalam jutaan kitab, tak satu pun yang menyebutkan bahwa orang yang tidak mendaftar haji akan jadi orang kafir.

Memang benar ada hadits yang isinya nyaris mirip, yaitu


مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَلَمْ يَحُجَّ فَلاَ عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا

Orang yang punya bekal dan kendaraan yang bisa membawanya melaksanakan ibadah haji ke Baitullah tapi dia tidak melaksanakannya, maka jangan menyesal kalau mati dalam keadaan yahudi atau nasrani. (HR. Tirmizy) 

Namun hadits ini secara ilmu kritik hadits termasuk jenis hadits yang bermasalah, baik dari sisi periwayatannya ataupun dari isi matannya.

Dari sisi periwayatan, perawinya sendiri yaitu Al-Imam At-Tirmizy mengatakan hadits ini gharib. Beliau tidak mengetahui hadits ini kecuali lewat wajah ini saja. Dalam sanadnya ada kritik, yaitu salah seorang perawinya, yaitu Hilal bin Abdullah adalah orang yang majhul.

Sedangkan dari sisi matannya, kalaupun hadits ini shahih, maka memahaminya tidak boleh semborono dan sembarangan. Orang yang tidak melaksanakan haji itu ada macam-macam alasannya, bisa saja dia meningkari kewajiban haji, dan inilah yang disepakati kekafirannya. Tetapi ada juga yang tidak mengingkari tetapi hanya menunda saja. Dan orang yang menundanya tidak lantas jadi kafir. Karena Rasulullah SAW juga termasuk orang yang menundanya.


2. Tidak Ada Fatwa Seperti Itu Dari Para ulama
Di dunia ini sepanjang masa ada puluhan juta ulama. Namun tidak ada satu pun ulama yang pernah membuat vonis kafir, cuma gara-gara seseorang tidak mendaftarkan haji.

Yang disepakati oleh para ulama adalah bila seorang muslim mengingkari adanya kewajiban haji, barulah dia murtad. Itu pun masih ada perselisihan. Alasannya karena haji merupakan rukun Islam yang lima, salah satunya diingkari barulah keislaman seseorang menjadi runtuh.

Namun para ulama sepakat bahwa jangankan tidak berhaji, orang yang tidak shalat sekalipun belum bisa langsung dikafirkan. Padahal ada begitu jangan hadits yang menyebutkan bahwa batas antara Islam dan kafir itu adalah shalat. Namun para ulama menegaskan bahwa yang dimaksud 'batas' adalah ketika seorang muslim meninggalkan shalat sambil mengingkari kewajibannya. 

Adapun orang yang meninggalkan shalat, namun dia masih meyakini kewajiban shalat, secara status dia masih terbilang muslim. Hanya saja dia telah melakukan dosa besar, yaitu meniggalkan shalat. Maka orang seperti ini disebut dengan orang fasik, yaitu orang yang dengan sengaja meninggalkan kewajiban dasar dalam Islam.

Dan begitu pula dalam masalah kewajiban menjalankan ibadah haji. Orang kaya yang mampu berangkat haji, tentu wajib atasnya untuk mengerjakannya. Namun kalau dia masih menunda-nunda hajinya, tidak boleh kita kafirkan. Sebab menunda pergi haji itu masyru' dan dibenarkan dalam syariat Islam.

3. Rasulullah SAW Menunda-nunda Berangkat Haji
Satu hal lagi yang juga amat penting untuk diketahui bahwa ternyata Rasulullah SAW sendiri juga menunda hajinya hingga empat tahun. Padahal beliau SAW adalah orang yang cukup mampu berhaji, bahkan berkali-kali melaksanakan ibadah umrah ke Mekkah.

Kalau orang yang tidak menyegerakan haji dibilang kafir, maka orang kafir itu adalah Rasulullah SAW sendiri. 

Pertama kali turun ayat Al-Quran yang memerintahkan berhaji di tahun keenam hijriyah. tetapi beliau baru mengerjakan haji di tahun kesepulun hijriyah. Artinya beliau SAW menunda hajinya selama empat tahun, tanpa udzur yang syar'i. 

Saya katakan beliau SAW menunda haji tanpa udzur yang syar'i karena beliau SAW mampu pergi haji. Dan beliau SAW benar-benar berangkat ke Mekkah tiga kali, tetapi semuanya tidak dalam rangka ibadah haji. Beliau hanya melakukan umrah dan bukan haji.

Di tahun keenam setelah menerima wahyu yang memerintahkan haji, beliau SAW berangkat ke Mekkah tetapi bukan untuk haji melainkan untuk umrah. Di tahun ketujuh beliau SAW juga ke Mekkah untuk umrah qadha'. Di tahun kedelapan beliau SAW balik lagi ke Mekkah untuk penaklukkan kota Mekkah (fathu Mekkah). Lagi-lagi beliau SAW tidak melakukan haji.

Di tahun kesembilan beliau SAW tidak mengadakan perjalanan ke Mekkah. Dan barulah di tahun kesepuluh beliau ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji.

Kalau ada orang yang berfatwa aneh bin ajaib, yaitu mengkafirkan orang mampu yang tidak mendaftarkan haji, maka seharusnya dia mengkafirkan dulu Rasulullah SAW. Sebab beliau sudah mampu, bahkan bolak-balik tiga kali ke Mekkah, tetapi tidak mengerjakan haji.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Sumber : http://www.rumahfiqih.com/




Pencarian Populer :

Biro travel umroh resmi 2018 kami melayani umroh dan haji di Semarang, Solo,Jogja,Yogyakarta,Magelang,Jakarta,Bandung,Bekasi,Surabaya, promo umroh ramadhan 2018,arti umroh,pengertian haji dan umroh beserta dalilnya,umroh berapa hari,tata cara umroh,materi haji dan umroh,paket umroh,perbedaan umroh dan haji,makalah haji dan umroh,sejarah singkat ibadah haji dan umrah dalam islam,sejarah haji nabi ibrahim,sejarah pelaksanaan ibadah haji,sejarah haji singkat,sejarah disyariatkannya ibadah haji,materi fiqih tentang umroh,umroh semarang 2017, Umroh, Umroh Murah, Umroh dan Haji, Travel Umroh dan Haji, Biro Umroh dan Haji, Umroh Semarang, umrah, info umroh dan haji, umrah murah, umroh ramadhan, umrah ramadhan, umrah semarang, Pelayanan Haji, Haji, Haji Plus, Haji Khusus Biro Haji, Travel Haji, Umroh Hemat, umroh plus turki, umroh 2018, umroh wonosobo, umroh pati, umroh demak, umroh jepara, umroh kudus, umroh rembang, umroh purwodadi, umroh rembang, umroh blora, umroh kendal, umroh batang, biro umroh demak, biro umroh jepara, biro umroh kendal, biro umroh semarang, biro umroh jawa tengah, biro umroh yogyakarta, biro umroh temanggung, biro umroh surabaya, biro umroh pekalongan, biro umroh rembang, biro haji plus semarang, paket umroh murah, paket umroh hemat, umroh murah saibah, umroh 2018, umroh semarang 2018, Umroh 2019, biro umroh semarang,biro umroh murah di semarang,umroh murah semarang,umroh semarang,,umroh jogja,umroh 2018,umroh solo,umroh murah,umroh sunnah,umroh tiket murah,umroh backpacker,umroh berapa hari,umroh adalah,umroh yogyakarta,travel umroh,travel umroh jogja,travel umroh sbl,travel umroh arminareka,travel umroh resmi,travel umroh murah,travel umroh terbaik,travel umroh Jakarta,travel umroh surabaya,travel umroh terbaik di surabaya,travel umroh di bandung,tour umroh,tour umroh terpercaya,tour umroh semarang,tour umroh palembang,tour umroh surabaya,tour umroh malang,tour umroh terbaik di indonesia,tour umroh yang bagus,tour umroh yusuf mansur,tour umroh plus turki,paket umroh,paket umroh telkomsel,paket umroh 2018,paket umroh indosat,paket umroh xl,paket umroh murah,paket umroh 2017,paket umroh 3,paket umroh nur ramadhan yogyakarta,paket umroh murah 2018,paket umroh ramadhan 2018,harga umroh,harga umroh,harga umroh 2018,harga umroh 2017,harga umroh arminareka 2017,harga umroh ramadhan 2018,harga umroh tahun 2018,harga umroh desember 2017,harga umroh murah,harga umroh abu tour,harga umroh percikan iman 2017,fiqih umroh,fiqih umroh sesual sunnah,tiqih umroh dan haji,fiqih umroh wanita,fiqih umroh,makalah fiqih umroh,fiqih ibadah umroh,fIqih tentang umroh,fiqih haji umroh,fiqih hail dan umroh ppt,fiqih hail dan umrah pdf,bimbingan umroh ,bimbingan umroh Iengkap,bimbingan umroh dan haji,bimbingan umroh sesuai sunnah,bimbingan umroh youtube,bimbingan umroh sesual sunnah nabi,bimbingan umrah pdf,bimbingan umroh yogyakarta,bimbingan umroh 2015,bimbingan umroh arminareka,bimbingan umroh di bandung,biro umroh ,biro umroh jogja,biro umroh di solo,biro umroh surakarta,biro umroh terbaik di solo,biro umroh solo,biro umroh magelang,biro umroh semarang,biro umroh sbl,biro umroh maktour,biro umroh terbaik,biro travel umroh,biro travel umroh di palembang,biro travel umroh di solo,biro travel umroh nra,biro travel umroh resmi,biro travel umroh di semarang,biro travel umroh bekasi,biro travel umroh di surabaya,biro travel umroh surabaya,biro travel umroh solo,biro travel umroh bermasalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar