Miqat Haji dari Indonesia Gelombang Kedua di Jeddah, Bolehkah?

Bagi jamaah gelombang kedua, di manakah sebaiknya mengambil miqot. Saya mengira niat ihram untuk umrahnya di pesawat, ketika mendekati tempat miqot yang akan dilalui. Ternyata ada teman yang mengatakan di Jeddah (ternyata ini yang dianjurkan oleh Depag dan MUI, katanya). Sedangkan teman lain mengatakan ingin aman dan mengambil miqot di asrama haji, di Indonesia.
Bagaimana sebaiknya Ustadz ???






Pertanyaan : 
Assalaamu alaikum wr. wb.

Yth. Pak Ustadz, 
Seperti kita ketahui pemberangkatan jamaah calon haji dari Indonesia ada dua gelombang. Gelombang pertama ke Madinah dulu, baru kemudian ke Makkah, sedangkan gelombang kedua ke Makkah dulu baru ke Madinah. Bagi jamaah gelombang pertama, ketika akan melakukan ihram untuk umrah biasanya mengambil miqot di Abyar Ali (Bir Ali (?), maaf kalu salah menyebut), dan jamaah sudah siap dengan pakaian ihram sejak dari Madinah.

Saya rasa hal ini tidak terlalu masalah karena jarak dan waktu tempuhnya tidak terlalu lama. Bagi jamaah gelombang kedua, di manakah sebaiknya mengambil miqot. Saya mengira niat ihram untuk umrahnya di pesawat, ketika mendekati tempat miqot yang akan dilalui. Ternyata ada teman yang mengatakan di Jeddah (ternyata ini yang dianjurkan oleh Depag dan MUI, katanya). Sedangkan teman lain mengatakan ingin aman dan mengambil miqot di asrama haji, di Indonesia.

Mohon penjelasan dari Ustadz, apa yang sebaiknya dilakukan oleh jamaah, di mana sebaiknya mengambil miqot dan niat ihram untuk umrah, karena setahu saya Jeddah itu sudah melewati miqot untuk jamaah dari Indonesia, sedangkan bila mengambil miqot dari asrama haji tentu juga lumayan jauh dan memakan waktu lama, padahal dalam keadaan berihram itu kan kita harus betul-betul hati-hati.

Demikian saja. Atas penjelasan Ustadz, saya ucapkan terimakasih.

Wassalaamu alaikum wr wb.

Jawaban : 
Assalamu a'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masalah yang anda tanyakan ini memang sudah jadi polemik sejak lama. Paling tidak, sejak kendaraan haji Indonesia mulai menggunakan pesawat terbang, di awal-awal tahun tujuh puluhan.

Sebelumnya, tidak ada polemik ini. Karena semua jamah haji Indonesia naik kapal laut. Dan begitu mendekati garis batas tanah haram, dengan mudah mereka berihram dari miqat makani yang telah ditentukan.

Namun ketika naik pesawat terbang, muncul sedikit masalah. Sebab bandara Jeddah sebagai satu-satunya bandara untuk jamaah haji, posisinya sudah berada di sebelah barat tanah haram. Sedangkan jamaah haji Indonesia, tentunya tidak datang dari arah barat melainkan dari tenggara. Jadi kalau mendarat di Jeddah, sudah melewati garis miqat. Dan ini terlarang karena setiap orang yang melewati garis miqat wajib berihram, kalau tujuannya semata-mata menuju ke ka'bah untuk haji atau ihram.

Di zaman kapal laut, jamaah haji Indonesia bisa dengan mudah berihram dari miqat yang ditentukan. Namun agak lain ceritanya bila berihram di atas pesawat terbang.

Sebab yang namanya berihram itu adalah membuka pakaian biasa berganti dengan dua lembar handuk sebagai pakaian resmi berihram. Memang akan sedikit merepotkan, bila dilakukan di dalam pesawat terbang.

Yang jadi masalah bukan pilot tidak tahu tempat batas miqat, tetapi bagaimana memastikan bahwa sekian ratus penumpang di dalam pesawat yang sedang terbang tinggi di langit, bisa berganti pakaian bersama pada satu titik tertentu.

Sementara untuk berpakaian ihram sejak dari Indonesia, sebenarnya bisa saja dilakukan, namun jaraknya masih terlalu jauh. Kalau kita tarik garis lurus Jakarta Makkah di peta google earth, sekitar 9.000-an km jaraknya. Perjalanan ditempuh sekitar 8 s/d 10 jam penerbangan.

Oleh karena itu, Departemen Agama berupaya mencari pendapat-pendapat yang membolehkan jamaah haji bermiqat dari bandara Jeddah. Walaupun jumhur ulama tidak sepakat dengan hal itu, sebab hadits-hadits nabawi tentang ketentuan miqat itu sangat jelas, tegas dan sudah diakui oleh banyak ulama.

Namun ternyata pendapat yang membolehkan itu ada, walau pun kurang populer lagi. Di antaranya:
  1. Pendapat Ibnu Hajar pengarang Kitab "Tuhfah" memfatwakan bahwa Jama'ah Haji yang datang dari arah Yaman boleh memulai ihram setelah tiba di Jeddah karena jarak Jeddah-Makkah sama dengan jarak Yalamlam-Makkah. An-Naswyili Mufti Makkah dan lain-lain sepakat dengan Ibnu Hajar (Panah At'Tabilin, II, h. 303).
  2. Menurut mazhab Maliki dan Hanafi, jama'ah haji yang melakukan dua miqat memenuhi ihramnya dari miqat kedua tanpa membayar dam (Fiqh'ala al-Mazahib al-Arba'ah, ha1.640).
  3. Menurut Ibnu Hazm, jamaah haji yang tidak melalui salah satu miqat boleh ihram dari mana dia suka, baik di darat maupun di laut (Fiqh as-Sunnah, I, hal. 658).

Di masa lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih jadi stempel pesanan pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama. Maka kalau kita perhatikan fatwa yang secara resmi dikeluarkan, memang menunjukkan ke arah bolehnya bermiqat dari bandara Jeddah buat Jamaah haji Indonesia.

Tercatat tiga kali MUI mengeluarkan fatwa tentang bolehnya berihram dari bandara Jeddah, yaitu tahun 1980, 1981 dan 2006. Berikut petikannya fatwa terakhirnya:

* * *

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam sidangnya hari Sabtu, 4 Mei 1996, setelah:

Membaca:
  1. Surat dari Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji Departemen Agama RI No.D/Hj.00/2246/1996, tanggal 26 April 1996 tentang usul perbaikan Fatwa MUI tentang ketentuan Miqat Makani bagi Jama'ah Haj i Indonesia.
  2. Surat dari H.H. Syukron Makmun tentang pendapat tertulis kepada Sidang Komisi yang berkenaan dengan masalah Miqat Makani tersebut.
  3. Pendapat AL-Marhum Syekh Yasin Al-Fadani.

Memperhatikan:
Pendapat, saran dan uraian yang disampaikan oleh para peserta sidang dalam pembahasan masalah tersebut.

Berpendapat:
  1. Karena Jama'ah Haj i Indonesia yang akan langsung ke Makkah tidak melalui salah satu dari Miqat Makani yang telah ditentukan Rasulullah, Komisi berpendapat bahwa masalah Miqat bagi mereka termasuk masalah ijtihadiyah.
  2. Mengukuhkan Keputusan Fatwa Komisi Fatwa tanggal 12 Jumadil Ula 1400 H/29 Maret 1980 tentang Miqat Makani bagi Jama'ah Haji Indonesia, yaitu Bandara Jenddah (King Abdul Aziz) bagi yang langsung ke Makkah dan Bir Ali bagi yang lebih dahulu ke Madinah.
  3. Dengan Fatwa tersebut di atas tidak berarti menambah miqat baru selain dari yang telah ditentukan Rasulullah SAW. Sebenarnya berihram dari Jeddah (Bandara King Abdul Aziz) dengan alasan-alasan, antara lain, sebagai berikut:
  • Jarak antara Bandara King Abdul Aziz Jeddah dengan Makkah telah melampaui 2 (dua) marhalah. Kebolehan berihram dari jarak seperti itu termasuk hal yang telah disepakati oleh para ulama.
  • Penggunaan mawaqit mansusah (dengan teori muhazah) menunjukkan bahwa pelaksanaan penggunaan miqat adalah masalah ijtihadi

Ditetapkan:

Jakarta, 16 Zulhijah 1416 H/04 Me] 1996 M
DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua Sekretaris KH. HASAN BASRI DRS. H.A. NAZRI ADLANI

* * *

Fatwa MUI ini agak berbeda dengan umumnya pendapat para ulama tentang masalah miqat makani berdasarkan sabda Nabi SAW.

Miqat-miqat tersebut untuk orang setempat dan untuk orang-orang yang datang ke tempat itu yang bukan dari penduduk tempat tersebut bagi orang-orang yang ingin haji dan umrah. (HR Muttafaq 'alaih).

Adapun Jeddah; bukan miqat untuk pendatang, akan tetapi Jeddah adalah miqat untuk penduduk kota tersebut, dan untuk orang yang datang ke Jeddah yang tidak ingin haji atau umrah, kemudian timbul niat haji dan umrah (saat berada di Jeddah) lalu mulailah niat dari sana.

Sedangkan orang yang tinggal di sebelah Barat Jeddah misalnya Sudan, maka tergantung route perjalanan mereka, kalau memang dalam perjalanan mereka melewati miqat Al-Juhfah maka mereka harus mulai ihram jika sudah sampai di tempat yang sejajar dengan Al-Juhfah, adapun jika dalam route perjalanannya dia tidak melewati tempat yang sejajar dengan miqat sebelum Jeddah, maka ia boleh ihram dari Jeddah jika dia memang orang yang punya tujuan haji atau umrah.

Itulah ringkasan fatwa-fatwa ulama Hijaz termasuk Syeikh Bin Baz. Artinya, pandangan yang mengatakan bahwa bagi jamaah haji Indonesia miqatnya adalah bandara King Abdul Aziz Jeddah bukanlah pandangan yang kuat, meski memang ada yang mengatakan hal itu.

Bahkan Majelis Bahsul Masail Nahdhatul Ulama (NU) pun tidak sependapat dengan fatwa MUI ini. Dalam salah satu keputusannya, lembaga yang banyak mengurusi fatwa kontemporer di kalangan nahdhiyyin ini tidak membenarkan bandara Jeddah dijadikan miqat makani buat jamaah haji Indonesia. Berikut ini petikannya:

Soal: Orang Indonesia yang melaksanakan ibadah haji melalui Jeddah yang akan langsung menuju Makkah, apabila mereka memulai ihramnya dari Jeddah, apakah terkena wajib membayar dam bagi mereka?

Jawab: Mengingatkan bahwa lapangan terbang Jeddah di mana jamaah haji Indonesia mendarat, ternyata tidak memenuhi ketentuan sebagai miqat, maka apabila para jamaah haji Indonesia (yang berangkat pada hari terakhir) akan langsung menuju Makkah, hendaknya mereka melakukan niat pada waktu pesawat terbang memasuki daerah Qarnul-Manazil atau daerah Yalamlam atau miqat-miqat yang lain (yaitu setelah mereka menerima penjelasan dari petugas pesawat udara yang bersangkutan).

Untuk memudahkan pelaksanaannya, dianjurkan agar para jamaah memakai pakaian ihramnya sejak dari lapangan terbang Indonesia tanpa niat terlebih dahulu. Kemudian niat ihram baru dilakukan pada waktu pesawat terbang memasuki daerah Qarnul-manazil atau Yalamlam. Tetapi kalau para jamaah ingin sekaligus niat ihram di Indonesia, itupun diperbolehkan.

Keterangan:
  1. Al-Muazzab I/303
  2. Al-Majmu', VII/178

* * *

Jadi untuk keluar dari khilaf ini, tidak ada salahnya berihram di atas pesawat. Dan masalah itu tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan ada kemauan. Apa susahnya memakai pakaian ihram yang cuma dua lembar itu lalu niat. Kecuali bila memang tidak paham manasik haji atau memang tidak punya niat yang baik.

Bahkan jamaah haji dari negeri lain pun sudah mempraktekkannya. Dan tidak ada masalah yang berarti untuk melakukannya. Tinggal bagaimana yang punya kebijakan saja.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu a'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Sumber : http://www.rumahfiqih.com/




Pencarian Populer :

Biro travel umroh resmi 2018 kami melayani umroh dan haji di Semarang, Solo,Jogja,Yogyakarta,Magelang,Jakarta,Bandung,Bekasi,Surabaya, promo umroh ramadhan 2018,arti umroh,pengertian haji dan umroh beserta dalilnya,umroh berapa hari,tata cara umroh,materi haji dan umroh,paket umroh,perbedaan umroh dan haji,makalah haji dan umroh,sejarah singkat ibadah haji dan umrah dalam islam,sejarah haji nabi ibrahim,sejarah pelaksanaan ibadah haji,sejarah haji singkat,sejarah disyariatkannya ibadah haji,materi fiqih tentang umroh,umroh semarang 2017, Umroh, Umroh Murah, Umroh dan Haji, Travel Umroh dan Haji, Biro Umroh dan Haji, Umroh Semarang, umrah, info umroh dan haji, umrah murah, umroh ramadhan, umrah ramadhan, umrah semarang, Pelayanan Haji, Haji, Haji Plus, Haji Khusus Biro Haji, Travel Haji, Umroh Hemat, umroh plus turki, umroh 2018, umroh wonosobo, umroh pati, umroh demak, umroh jepara, umroh kudus, umroh rembang, umroh purwodadi, umroh rembang, umroh blora, umroh kendal, umroh batang, biro umroh demak, biro umroh jepara, biro umroh kendal, biro umroh semarang, biro umroh jawa tengah, biro umroh yogyakarta, biro umroh temanggung, biro umroh surabaya, biro umroh pekalongan, biro umroh rembang, biro haji plus semarang, paket umroh murah, paket umroh hemat, umroh murah saibah, umroh 2018, umroh semarang 2018, Umroh 2019, biro umroh semarang,biro umroh murah di semarang,umroh murah semarang,umroh semarang,,umroh jogja,umroh 2018,umroh solo,umroh murah,umroh sunnah,umroh tiket murah,umroh backpacker,umroh berapa hari,umroh adalah,umroh yogyakarta,travel umroh,travel umroh jogja,travel umroh sbl,travel umroh arminareka,travel umroh resmi,travel umroh murah,travel umroh terbaik,travel umroh Jakarta,travel umroh surabaya,travel umroh terbaik di surabaya,travel umroh di bandung,tour umroh,tour umroh terpercaya,tour umroh semarang,tour umroh palembang,tour umroh surabaya,tour umroh malang,tour umroh terbaik di indonesia,tour umroh yang bagus,tour umroh yusuf mansur,tour umroh plus turki,paket umroh,paket umroh telkomsel,paket umroh 2018,paket umroh indosat,paket umroh xl,paket umroh murah,paket umroh 2017,paket umroh 3,paket umroh nur ramadhan yogyakarta,paket umroh murah 2018,paket umroh ramadhan 2018,harga umroh,harga umroh,harga umroh 2018,harga umroh 2017,harga umroh arminareka 2017,harga umroh ramadhan 2018,harga umroh tahun 2018,harga umroh desember 2017,harga umroh murah,harga umroh abu tour,harga umroh percikan iman 2017,fiqih umroh,fiqih umroh sesual sunnah,tiqih umroh dan haji,fiqih umroh wanita,fiqih umroh,makalah fiqih umroh,fiqih ibadah umroh,fIqih tentang umroh,fiqih haji umroh,fiqih hail dan umroh ppt,fiqih hail dan umrah pdf,bimbingan umroh ,bimbingan umroh Iengkap,bimbingan umroh dan haji,bimbingan umroh sesuai sunnah,bimbingan umroh youtube,bimbingan umroh sesual sunnah nabi,bimbingan umrah pdf,bimbingan umroh yogyakarta,bimbingan umroh 2015,bimbingan umroh arminareka,bimbingan umroh di bandung,biro umroh ,biro umroh jogja,biro umroh di solo,biro umroh surakarta,biro umroh terbaik di solo,biro umroh solo,biro umroh magelang,biro umroh semarang,biro umroh sbl,biro umroh maktour,biro umroh terbaik,biro travel umroh,biro travel umroh di palembang,biro travel umroh di solo,biro travel umroh nra,biro travel umroh resmi,biro travel umroh di semarang,biro travel umroh bekasi,biro travel umroh di surabaya,biro travel umroh surabaya,biro travel umroh solo,biro travel umroh bermasalah

COMMENTS

Apa Kata Mereka tentang Hasanah ?



“Alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa ikut umroh bersama Hasanah Tour, saya merasakan kedekatan antar jamaah, serasa seperti saudara sendiri.“
(Anas Haidar Izzudin - Sragen)



“Saat saya pergi dari rumah dengan sangat gembira dan bahagia, Alhamdulillah bisa melaksanakan sholat di Masjid Nabawi, walaupun saya sempat jatuh sakit Alhamdulillah saya bisa melaksanakan thawaf, sa’i dan tahalul berkat bantuan dan bimbingan tim Hasanah Tour semuanya. Terimakasih bapak-bapak semua.“
(Ai Fatimah - Garut)



“Alhamdulillah saya sangat merasakan kebahagiaan lahir & batin karena bisa menjalankan umroh dengan tour yang sangat kekeluargaan dan terimakasih yang tak terhingga kepada ustadz Muhammadun, MA yang banyak memberikan ilmu baru. Semoga saya bisa lagi kembali ke tanah suci dengan Hasanah Tour.“
(Fenny Widyaningrum – Bogor)



“Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan melaksanakan ibadah umroh bersama Hasanah Tour, banyak hal yang sudah diberikan dalam hal layanan selama berada di tanah suci Mekah dan Madinah dari mulai berangkat sampai kembali lagi ke tanah air, mudah-mudahan kebaikan yang diberikan mendapat balasan dari Allah swt.“
(Iskandar - Jakarta)



“Sebagai perjalanan ibadah umroh yang pertama kali saya sangat terbantu karena mendapatkan kajian intensif selama bersama Hasanah Tour, rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat solid walau baru saling kenal dan selalu diingatkan agar saling membantu dalam semua kegiatan, kenyamanan beribadah sangat diperhatikan sampai hal konsumsi tidak ada keterlambatan.“
(Mujianto – Lampung)



“Perjalanan rohani yang luar biasa… Suasana yang penuh kekeluargaan, semoga silaturahmi ini tidak terbatas hingga disini. Banyak tambahan ilmu yang berkualitas tentang haji & umroh, panitia terlihat berupaya memberikan pelayanan yang optimal.“
(Ratih B. - Bekasi)



“Umroh Backpacker tidak terpaut waktu untuk makan dan melakukan aktivitas lainnya. Mantap pokoknya untuk anak muda yang mampu Ayo segera Umroh!“
(Ahmad Syafii - 25 th, Wiraswasta)



“Alhamdulillah luar biasa. Umroh Backpacker cocok sekali dengan saya, jamaahnya kompak dan pelayanannya Hasanah luar biasa, banyak bonus tambahan“
(Triyanti - 41 th, Ibu Rumah Tangga)



“Pelayanan Hasanah memuaskan, hotelnya nyaman, Umroh Backpacker malah seru soalnya bisa mengEksplor lebih“
(Lailatul Fariha - 32 th, Pegawai BUMN)



“Walaupun Umroh Backpacker dengan biaya relatif murah tapi tidak ada regulasi yang dilanggar. Saya merasakan ketulusan dan pelayanan sepenuh hati dari Hasanan, merasakan kehangatan dalam pemberangkatan dan penyambutan kembali ke tanah air. Kami mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya sepenuh hati, kami do'akan semakin sukses dan saya siap mempromosikan Umroh Hasanah Tour & Travel“
(Muhamad Mikdad Amin - 39 th, Guru)



“Saya merasa cukup puas dan saya berterima kasih dengan pelayanannya termasuk Ustadznya, khususnya Ustadz Riyadh Ahmad Al Hafidz“
(Siti Mahmudah - 52 th, Guru)



“Mengutip dari tausiyah Ustadz Riyadh Ahmad Al Hafidz, bahwa ini bukan karena kebetulan saya dan keluarga bisa berumroh bersama Travel Hasanah Tour, tapi karena sudah takdir Allah. Terimakasih untuk para Ustadz yang membimbing dalam ibadah Umroh kali ini. Terimakasih untuk Hasanah Tour atas fasilitas yang telah diberikan kepada jamaah Umroh. Sekali lagi terimakasih untuk Hasanah Tour, InsyaAllah menjadi bahan rekomendasi saya untuk perjalanan ibadah Umroh ke sahabat, teman, dan saudara. Semoga kita semua bisa melanjutkan ibadah Umroh ini menjadi ibadah Haji. Sukses untuk kita semua. Aamiin“
(Iwan Kustanto - 46 th, Ketua Majelis Taklim Telkomsel Semarang)
Sabda Rasulullah SAW :

“Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penghapus (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (baginya) selain surga” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan Masjid Al Aqsha” (Shahih Bukhari)

“Orang yang melaksanakan haji sama sekali tidak akan jatuh miskin.” [HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar]

Orang yang melaksanakan haji dan orang yang melaksanakan umrah adalah tetamu Allah swt. Allah swt. akan memberi apa yang mereka minta; akan mengabulkan doa yang mereka panjatkan; akan mengganti biaya yang telah mereka keluarkan; dan akan melipat-gandakan setiap satu Dirham menjadi satu juta Dirham.” [HR. Al-Fakihani dalam Akhbaru Makkah].

Testimoni Jama'ah Umroh Backpacker

Nama

Abah Ihsan agen umroh agen umroh terbaik agen umroh terpercaya Berita Umroh Terkini biaya umroh biaya umroh 2018 bandung biaya umroh 2018 maktour Biaya Umroh 2019 biaya umroh backpacker biaya umroh murah biro haji plus semarang Biro Umroh dan Haji biro umroh demak biro umroh haji plus semarang biro umroh jawa tengah biro umroh jepara biro umroh kendal biro umroh kudus biro umroh murah di semarang biro umroh pati biro umroh pekalongan biro umroh rembang biro umroh semarang biro umroh surabaya biro umroh temanggung biro umroh terbaik biro umroh yogyakarta bobby herwibowo cara mendidik anak secara islami daftar nama travel umroh resmi daftar travel umrah bermasalah film ketika mas gagah pergi Haji Haji Khusus Biro Haji Haji Plus hamas syahid Hasanah Tours & Travel Semarang info umroh dan haji Keistimewaan Umrah di Bulan Ramadhan ketika mas gagah pergi Konsultasi Umroh dan Haji mendidik anak Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum Paket Travel Umroh Semarang paket umroh paket umroh 2018 jakarta Paket Umroh Backpacker Paket Umroh dan Haji paket umroh desember paket umroh desember 2018 paket umroh hemat paket umroh murah paket umroh murah 10 juta Paket Umroh Murah Hemat parenting adalah Pelayanan Haji rekomendasi travel umroh Rihlah Tazkiyah Slide Travel Haji travel umroh Travel Umroh dan Haji travel umroh jakarta travel umroh murah travel umroh resmi travel umroh terbaik travel umroh terbaik di semarang travel umroh terbaik jakarta travel umroh terpercaya umrah umrah murah umrah ramadhan umrah semarang Umroh umroh 2018 Umroh 2019 umroh backpacker umroh batang umroh blora Umroh dan Haji umroh demak Umroh Hemat umroh jakarta umroh jepara umroh kendal umroh kudus umroh lailatul qodar 2019 umroh mabrur umroh murah umroh murah saibah umroh murah semarang umroh pati umroh plus umroh plus aqsa umroh plus aqso umroh plus mesir umroh plus turki umroh purwodadi umroh ramadhan umroh rembang Umroh Semarang umroh semarang 2018 umroh sunnah umroh wonosobo umroh yang mabrur
false
ltr
item
Biro Umroh Semarang | Travel Umroh Murah Semarang 2019 | Umroh Backpacker | Travel Umroh Terbaik: Miqat Haji dari Indonesia Gelombang Kedua di Jeddah, Bolehkah?
Miqat Haji dari Indonesia Gelombang Kedua di Jeddah, Bolehkah?
https://2.bp.blogspot.com/-tViZXQ72AuM/WdaweN7VKnI/AAAAAAAACKs/8FXSYLF2BKM-G-QLUliBkle7_lqmCTB4QCLcBGAs/s400/Haji-gelombang-dua_Bersama_Biro_Penyelenggara_Umroh_dan_Haji_Murah_Serta_Travel_Umroh_dan_Haji_Terbaik_Hasanah_Tours_Semarang.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-tViZXQ72AuM/WdaweN7VKnI/AAAAAAAACKs/8FXSYLF2BKM-G-QLUliBkle7_lqmCTB4QCLcBGAs/s72-c/Haji-gelombang-dua_Bersama_Biro_Penyelenggara_Umroh_dan_Haji_Murah_Serta_Travel_Umroh_dan_Haji_Terbaik_Hasanah_Tours_Semarang.jpg
Biro Umroh Semarang | Travel Umroh Murah Semarang 2019 | Umroh Backpacker | Travel Umroh Terbaik
https://www.travelumrohsemarang.com/2017/10/miqat-haji-dari-indonesia-gelombang.html
https://www.travelumrohsemarang.com/
https://www.travelumrohsemarang.com/
https://www.travelumrohsemarang.com/2017/10/miqat-haji-dari-indonesia-gelombang.html
true
2229678080673145314
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy