Halalkah Dana Talangan Haji Dari Bank Syariah? | Umroh Semarang

Pak ustdz, saya ingin bertanya mengenai dana talangan haji yang ditawarkan oleh bank bank syariah, itu bagaimana hukumnya dalam agama islam? Halal atau tidak?


Pertanyaan : 
Assalamualaikum wr wb

Pak ustdz, saya ingin bertanya mengenai dana talangan haji yang ditawarkan oleh bank bank syariah, itu bagaimana hukumnya dalam agama islam? Halal atau tidak?

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr wb

Jawaban : 
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Singkatnya masalah ini bisa kita kelompokkan sebagai masalah khilafiyah, dimana ada sebagian kalangan ulama yang membolehkan, namun sebagian lainnya dengan tegas mengharamkannya. 

Sebut saja ada Dewan Syariah Nasional (DSN) di satu pihak yang tegas-tegas menghalalkan dana talangan haji ini, lewat fatwanya no 29 tahun 2002. Dalam fatwanya itu, DSN membolehkan dana talangan haji karena dianggap sebagai ujrah atau upah atas jasa menalangi biaya haji.

Namun di pihak lain kita menemukan ada banyak suara keberatan dari para ulama yang kurang setuju dengan fatwa DSN ini. Sebab apa yang disebut ujrah itu tidak lain hanya akal-akalan dan hilah saja. Sebenarnya keuntungan yang diterima pihak bank tidak lain adalah bunga hasil dari meminjamkan uang.

Maka dalam status khilafiyah ini, kita harus bisa memahami kalau ada pihak-pihak yang punya pendapat berbeda dengan pendapat kita. Dan perbedaan pendapat ini bukan lahan untuk saling mencaci atau mencemooh, apalagi bersikap dengan perilaku yang kurang terpuji.

Walaupun demikian, tentu juga tidak salah apabila kita sendiri mempelajari dan lebih mendalami latar belakang perbedaan pendapat ini dengan seksama, agar kita tahu dengan pasti kenapa kita memilih suatu pendapat, dan tahu juga apa kelebihan dan kelemahan pendapat lain.

A. Mengenal Dana Talangan Haji
Sebagaimana kita ketahui, karena banyaknya peminat mereka yang ingin berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci, maka pihak Kementerian Agama RI mengharuskan para calon jamaah haji untuk menyetorkan dulu sejumlah dana (kurang lebih 25 juta) sebagai 'tanda jadi' bahwa mereka serius ingin berangkat haji.

Tanpa setoran awal ini, maka seorang jamaah tidak akan tercantum namanya dalam daftar antrian. Memang biaya naik haji bukan 25 juta, tetapi lebih dari itu, yaitu sekitar 35 jutaan. Uang 25 juta ini sekedar uang untuk bisa ikut dalam antrian.

Tentu buat mereka yang belum punya uang sebesar 25 juta, tidak mungkin ikut antrian. Oleh karena itu agar segera bisa ikut antrian, pihak bank kemudian menawarkan dana segar pinjaman kepada para calon jamaah haji.

Jadi dana talangan haji adalah sejumlah dana yang dipinjamkan oleh pihak bank kepada masyarakat calon jamaah haji untuk mendapatkan porsi haji. Dan untuk jasa peminjaman itu, pihak bank berhak mendapatkan semacam 'uang jasa', yang tentunya menjadi sebuah transaksi yang bersifat profit margin tersendiri dalam bisnisnya.

Justru yang jadi titik masalah pada 'bunga' dari pinjaman ini. Logikanya, tidak mungkin sebuah bank, meskipun berembel-embel syariah, tiba-tiba berbaik hati meminjamkan uang 25 juta begitu saja, kalau tidak pakai 'imbalan' apa pun. Yang namanya bank, pada hakikatnya adalah sebuah perusahaan. Dan sebuah perusahaan biar bagaimana pun juga bukan lembaga bantuan sosial. Maka logika dasar yang bisa kita pahami, bank harus dapat untung.

Dan dalam hal ini, keuntungan didapat dari hasil meminjamkan uang kepada calon jamaah haji. Tinggal dicarikan hilah atau alibi agar apa yang awalnya riba dan haram kemudian bisa berubah jadi halal.

B. Pendapat Yang Menghalalkan
1. Dalil Utama : Bukan Bunga Tetapi Ujrah
Pihak terdepan yang menghalalkan dana talangan haji ini adalah Dewan Syariah Nasional (DSN) dengan fatwa nomor 29 tahun 2002. Dalam hal ini DSN seperti pasang badan untuk menghalalkan apa-apa yang selama ini masih dianggap belum memenuhi ketentuan syariah. 

Berikut kutipan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI : [download pdf]

Dalam pengurusan haji bagi nasabah, LKS dapat memperoleh imbalan jasa (ujrah) dengan menggunakan prinsip al-Ijarah sesuai Fatwa DSN-MUI nomor 9/DSN-MUI/IV/2000.
Apabila diperlukan, LKS dapat membantu menalangi pembayaran BPIH nasabah dengan menggunakan prinsip al-Qardh sesuai Fatwa DSN-MUI nomor 19/DSN-MUI/IV/2001.
Jasa pengurusan haji yang dilakukan LKS tidak boleh dipersyaratkan dengan pemberian talangan haji.
Besar imbalan jasa al-Ijarah tidak boleh didasarkan pada jumlah talangan al-Qardh yang diberikan LKS kepada nasabah.

Dalam fatwa itu memang tidak secara eksplisit disebutkan bahwa pihak bank boleh menarik keuntungan dari jasa meminjamkan uang. Yang disebutkan adalah bank boleh mendapatkan imbalan jasa (ujrah) bukan dari meminjamkan uang, tetapi dari jasa pengurusan haji dengan prinsip ijarah. 

Dengan akad ini seolah-olah pihak bank syariah diposisikan seperti pihak yang berjasa mengurus segala tetek bengek keperluan orang yang mau berangkat haji. Dan atas 'jasa pengurusan' ini, maka bank berhak mendapatkan fee atau uang jasa dari calon jamaah haji.

Seolah-olah bank itu adalah perusahaan travel atau semacam biro agen perjalanan, yang yang berjasa mengerjakan sesuatu untuk kita, dan untuk itu kita memberinya upah. 

Dan karena memberi upah atas jasa yang dilakukan seseorang dalam hukum Islam memang halal hukumnya, bahkan wajib ditunaikan, maka hukum memberi uang tambahan itu pun dihukumi sebagai upah yang halal. 

Adapun uang dana talangan yang dipinjamkan kepada calon jamaah haji, semata-mata pinjaman tanpa bunga dan tidak ada pungutan. Akadnya lain lagi dari akad ujrah di atas, tetapi akad baru yang namanya al-qardh. 

Maka pihak bank syariah punya dua akad dengan calon jamaah haji. 

Pertama akad ujrah, yaitu jamaah memberi upah kepada bank syariah karena telah membantu mengurus pendaftaran haji. Dan akad ini halal karena pada dasarnya akad upah (ujrah) ini memang halal. 

Kedua, akad al-qardh (pinjaman uang) yang dilakukan tanpa bunga. Sehingga uang yang dipinjamkan 25 juta dan dikembalikan utuh 25 juta tanpa bunga.

2. Meringankan Beban Biaya Haji
Selain berdasarkan landasan pokok yang bersifat substantif di atas, mereka yang menghalalkan akad ini juga menggunakan landasan hukum berdasarkan turunan atau dampak positif yang ditimbulkan darinya. Di antaranya adalah :

Dengan adanya fasilitas dana talangan ini, maka terbuka kesempatan buat mereka yang belum dana cukup untuk berangkat haji. Cukup dengan dana awal sekitar 2 juta rupiah, seseorang bisa dijamin mendapatkan jatah untuk berangkat haji.

Maka keberadaan dana talangan ini meringankan beban dalam urusan biaya naik haji dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada khalayak untuk mewujudkan impian pergi ke tanah suci.

3. Memberi Jaminan Berangkat Haji 
Dengan adanya dana talangan ini, masyarakat bisa mendapatkan jaminan yang pasti untuk menunaikan ibadah. Kepastian itu hanya bisa dicapai bila seseorang sudah menyetorkan sejumlah dana tertentu yang nilainya cukup besar. 

Karena ditalangi oleh pihak bank, maka dana yang cukup besar itu bisa dibayarkan sehingga jaminan berangkat haji pun dengan mudah bisa didapat.

4. Menguntungkan
Buat pihak Bank sendiri, dana talangan haji ini sangat menguntungkan dari sisi bisnis dan menjadi sebuah lahan baru untuk mengeruk keuntungan. 

Apalagi mengingat bahwa jumlah jamaah haji tiap tahun tidak akan pernah berkurang, sebaliknya jumlah calon jamaah ini selalu naik jumlahnya setiap tahun.

Bahkan ada tambahan nilai, yaitu kredit yang dikucurkan dapat jaminan untuk bisa dibayarkan tepat waktu.

C. Pendapat Yang Mengharamkan
Di luar Dewan Syariah Nasional, cukup banyak ulama dan para ahli fiqih yang menolak kehalalan dana talangan haji ini. Penolakan ini sah dan tidak dilarang, mengingat kedudukan sebuah fatwa memang tidak mengikat secara hukum. 

Walau pun yang mengeluarkan fatwa sekelas DSN, namun biar bagaimana pun sebuah fatwa bukan undang-undang atau qanun. Sehingga sebuah fatwa bisa saja diikuti dan bisa saja ditinggalkan. Dan dalam fatwa itu, DSN memang memberikan semacam ruang untuk mengubah substansi fatwa itu kalau dianggap kurang tepat. Silahkan baca bagian akhir dari fatwa DSN itu :

2. Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan JIKA DI KEMUDIAN HARI TERNYATA TERDAPAT KEKELIRUAN, AKAN DIUBAH DAN DISEMPURNAKAN SEBAGAIMANA MESTINYA. 

Salah satu sebab kenapa sebuah fatwa boleh ditinggalkan, apabila fatwa itu dianggap kurang tepat atau bertentangan dengan hasil kajian lain yang dianggap lebih dalam dan lebih akurat.

Di antara hujjah dan dalil tentang haramnya dana talangan haji ini karena pada hakikatnya uang pinjaman itu mengharuskan adanya bunga. Dan bunga pinjaman itu adalah riba yang telah diharamkan. 

1. Bukan Ujrah Tetapi Bunga Pinjaman
Menurut pihak yang mengharamkan akad ini, meski bunyi akadnya bukan pinjam uang pakai bunga, namun secara subtantif yang sebenarnya terjadi sebenarnya tidak bisa lepas dari transaksi pinjam uang pakai bunga. 

Adapun akad ujrah atau upah atas jasa pengurusan yang disebut-sebut itu, tidak lain hanya sekedar 'hilah' atau alibi yang dibuat-buat. 

Kenapa disebut sebagai alibi yang dibuat-buat?

Karena 'jasa pengurusan' itu memang tidak pernah dilakukan oleh pihak bank. Sebab dalam undang-undang dan ketentuannya, bank tidak dibenarkan melakukan 'jasa-jasa pengurusan', karena bank bukanlah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengurusan perjalanan. 

Kalau memang benar bahwa bank telah melakukan jasa pengurusan, maka seharusnya bank itu benar-benar mengerjakannya. Dan jenis pekerjaan jasa pengurusan haji ini cukup banyak, diantaranya :
  1. Melaksanakan bimbingan ibadah manasik haji buat jamaah sejak di tanah air
  2. Membuatkan passport buat jamaah
  3. Mengurus visa haji di Kedutaan Besar Saudi Arabia.
  4. Mengurus tiket atau menyewa 18 unit pesawat charter khusus haji
  5. Memesan kamar hotel atau penginapan baik di Mekkah, Madinah ataupun Jeddah
  6. Memesan menu makan katering buat jamaah selama di tanah suci
  7. Mengatur petugas handling di airport
  8. Menyiapkan tenaga petugas mutawwif
  9. Memesan kendaraan selama di tanah suci
  10. Menyediakan tenaga kesehatan
Dan tentu masih banyak jenis pekerjaan lain yang terkait dengan jasa pengurusan jamaah haji yang tidak disebutkan disini. 

Namun meski mengaku-ngaku telah berjasa mengurus jamaah haji, ternyata tidak satu pun dari item-item di atas yang benar-benar dilakukan oleh pihak bank syariah. Satu-satu yang dilakukan cuma meminjamkan uang, plus memasukkan data jamaah haji ke komputer pusat (siskohaj). 

Kalau pun memasukkan data jamaah ke siskohaj ini dianggap jasa, logika akal sehatnya tentu tidak harus sampai bayar berjuta-juta. Fee atau ujrah yang masuk akal dan bukan akal-akalan misalnya 10 ribu per orang. Tetapi kalau dikenakan biaya sampai ratusan ribu apalagi pakai juta-jutaan, kita semua sepakat ini cuma akal-akalan. Anak kecil pun tahu kalau dirinya diakali.

Maka meski bunyi akadnya akad ujrah atau upah, tetapi substansinya tetap saja yang disasar adalah bagaimana pinjaman atau talangan dana itu bisa menghasilkan keuntungan. 

Walaupun kewajiban tambahan itu diganti istilahnya dengan beragam istilah yang diperhalus, seperti uang administrasi, uang terima kasih, uang pengertian, bahkan termasuk uang atas konsekuensi inflasi, tetap saja tidak akan mengubah posisi dan status keharamannya.

Apalagi kalau diganti namanya menjadi 'uang jasa', lebih jelas lagi kepalsuannya. Sebab kalau meminjamkan uang dianggap sebagai jasa, lalu atas jasa itu boleh diberi upah, maka semua transaksi ribawi dimana pun akan minta keadilan dan berkilah bahwa mereka pun merasa berjasa. 

Para rentenir dan lintah darat pun akan merasa bahwa mereka telah berjasa besar, sebab dengan uang pinjaman yang mereka berikan itu, banyak orang yang kesulitan uang akan mendapatkan manfaat. 

Lantas kalau rentenir itu merasa berhak untuk mendapatkan semacam 'imbalan' atas jasa meminjamkan uangnya, maka pada akhirnya usaha rentenir pun akan jadi halal hukumnya. Mereka akan berkilah bahwa mereka tidak makan bunga riba, tetapi mereka menjual jasa. 

2. Tidak Punya Uang 25 Juta Berarti Tidak Mampu dan Tidak Wajib Haji
Upaya bank meminjamkan calon haji uang sebesar 25 juta tentu sebuah niat baik. Namun karena sifatnya pinjaman, tetap saja ada kewajiban untuk mengembalikannya, itupun masih harus dengan tambahannya. Maka pihak yang dipinjamkan itu pada hakikatnya bukan orang yang mampu untuk berangkat haji.

Kalau pun mereka berangkat haji dan menjalankan semua syarat dan rukunnya, memang hukumnya sah. Tetapi kalau dilihat dari sisi syarat wajib, sebenarnya mereka ini belum termasuk kelompok yang wajib melaksanakan ibadah haji. 

Sementara Al-Quran dengan tegas mensyaratkan bahwa hanya mereka yang mampu saja yang diperintahkan untuk melaksanakan ibadah haji. Sedangkan mereka yang tidak mampu, tidak diwajibkan bahkan bisa gugur kewajibannya.

Dampak negatifnya adalah bahwa mereka yang sebenarnya punya uang dan mampu, kalau tidak cepat-cepat mendaftar akan kehilangan kesempatan. Sebab jatahnya sudah diambil oleh mereka yang sebenarnya belum mampu. 

Di satu sisi fasilitas dana talangan ini memang membantu orang yang tidak mampu untuk bisa mewujudkan impiannya pergi haji ke tanah suci. Tetapi di sisi lain, justru dana talangan ini malah membuat skala prioritas menjadi acak-acakan. Setidaknya, mereka yang sudah wajib melaksanakan haji jadi terhambat niatnya gara-gara ada orang yang belum sampai ke level wajib haji sudah mengambil jatah duluan.

3. Takalluf dan Memberatkan
Pinjam uang untuk pergi haji bagi mereka yang memang belum punya uang cukup merupakan sebuah tindakan takalluf atau memaksakan diri yang bukan pada tempatnya. 

Padahal isyarat dan pesan dalam Al-Quran menyebutkan bahwa hanya mereka yang mampu saja yang diperintahkan untuk berangkat haji. Kalau memang belum punya harta sebesar itu, kewajiban berangkat haji sudah gugur. 

Sementara di balik dari janji kemudahan yang diiming-imingkan, sebenarnya ada kewajiban untuk membayar biaya haji jauh lebih mahal. Logikanya, tidak mungkin pihak bank mau bermurah hati bagi-bagi uang secara gratisan. Dan apalah artinya peminjaman itu kalau sekedar pulang modal tanpa ada keuntungan yang ditarik dari masyarakat.

Sayangnya, hal ini kurang ditonjolkan sejak awal. Masyarakat dibiasakan hidup dengan selalu terlilit dengan hutang, hutang dan hutang. Dan dalam rumus dasarnya, tidak ada hutang yang scorenya 0 - 0 alias tanpa bunga.

Beban bunga inilah yang justru ditutup-tutupi sedemikian rupa sehingga yang lebih dominan hanya sisi fasilitas cairnya dana pinjaman.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA 

Sumber : http://www.rumahfiqih.com/





Pencarian Populer :

Biro travel umroh resmi 2018 kami melayani umroh dan haji di Semarang, Solo,Jogja,Yogyakarta,Magelang,Jakarta,Bandung,Bekasi,Surabaya, promo umroh ramadhan 2018,arti umroh,pengertian haji dan umroh beserta dalilnya,umroh berapa hari,tata cara umroh,materi haji dan umroh,paket umroh,perbedaan umroh dan haji,makalah haji dan umroh,sejarah singkat ibadah haji dan umrah dalam islam,sejarah haji nabi ibrahim,sejarah pelaksanaan ibadah haji,sejarah haji singkat,sejarah disyariatkannya ibadah haji,materi fiqih tentang umroh,umroh semarang 2017,Umroh, Umroh Murah, Umroh dan Haji, Travel Umroh dan Haji, Biro Umroh dan Haji, Umroh Semarang, umrah, info umroh dan haji, umrah murah, umroh ramadhan, umrah ramadhan, umrah semarang, Pelayanan Haji, Haji, Haji Plus, Haji Khusus Biro Haji, Travel Haji, Umroh Hemat, umroh plus turki, umroh 2018, umroh wonosobo, umroh pati, umroh demak, umroh jepara, umroh kudus, umroh rembang, umroh purwodadi, umroh rembang, umroh blora, umroh kendal, umroh batang, biro umroh demak, biro umroh jepara, biro umroh kendal, biro umroh semarang, biro umroh jawa tengah, biro umroh yogyakarta, biro umroh temanggung, biro umroh surabaya, biro umroh pekalongan, biro umroh rembang, biro haji plus semarang, paket umroh murah, paket umroh hemat, umroh murah saibah, umroh 2018, umroh semarang 2018, Umroh 2019, biro umroh semarang,biro umroh murah di semarang,umroh murah semarang,umroh semarang, umroh,umroh jogja,umroh 2018,umroh solo,umroh murah,umroh sunnah,umroh tiket murah,umroh backpacker,umroh berapa hari,umroh adalah,umroh yogyakarta,travel umroh,travel umroh jogja,travel umroh sbl,travel umroh arminareka,travel umroh resmi,travel umroh murah,travel umroh terbaik,travel umroh Jakarta,travel umroh surabaya,travel umroh terbaik di surabaya,travel umroh di bandung,tour umroh,tour umroh terpercaya,tour umroh semarang,tour umroh palembang,tour umroh surabaya,tour umroh malang,tour umroh terbaik di indonesia,tour umroh yang bagus,tour umroh yusuf mansur,tour umroh plus turki,paket umroh,paket umroh telkomsel,paket umroh 2018,paket umroh indosat,paket umroh xl,paket umroh murah,paket umroh 2017,paket umroh 3,paket umroh nur ramadhan yogyakarta,paket umroh murah 2018,paket umroh ramadhan 2018,harga umroh,harga umroh,harga umroh 2018,harga umroh 2017,harga umroh arminareka 2017,harga umroh ramadhan 2018,harga umroh tahun 2018,harga umroh desember 2017,harga umroh murah,harga umroh abu tour,harga umroh percikan iman 2017,fiqih umroh,fiqih umroh sesual sunnah,tiqih umroh dan haji,fiqih umroh wanita,fiqih umroh,makalah fiqih umroh,fiqih ibadah umroh,fIqih tentang umroh,fiqih haji umroh,fiqih hail dan umroh ppt,fiqih hail dan umrah pdf,bimbingan umroh ,bimbingan umroh Iengkap,bimbingan umroh dan haji,bimbingan umroh sesuai sunnah,bimbingan umroh youtube,bimbingan umroh sesual sunnah nabi,bimbingan umrah pdf,bimbingan umroh yogyakarta,bimbingan umroh 2015,bimbingan umroh arminareka,bimbingan umroh di bandung,biro umroh ,biro umroh jogja,biro umroh di solo,biro umroh surakarta,biro umroh terbaik di solo,biro umroh solo,biro umroh magelang,biro umroh semarang,biro umroh sbl,biro umroh maktour,biro umroh terbaik,biro travel umroh,biro travel umroh di palembang,biro travel umroh di solo,biro travel umroh nra,biro travel umroh resmi,biro travel umroh di semarang,biro travel umroh bekasi,biro travel umroh di surabaya,biro travel umroh surabaya,biro travel umroh solo,biro travel umroh bermasalah

COMMENTS

Apa Kata Mereka tentang Hasanah ?



“Alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa ikut umroh bersama Hasanah Tour, saya merasakan kedekatan antar jamaah, serasa seperti saudara sendiri.“
(Anas Haidar Izzudin - Sragen)



“Saat saya pergi dari rumah dengan sangat gembira dan bahagia, Alhamdulillah bisa melaksanakan sholat di Masjid Nabawi, walaupun saya sempat jatuh sakit Alhamdulillah saya bisa melaksanakan thawaf, sa’i dan tahalul berkat bantuan dan bimbingan tim Hasanah Tour semuanya. Terimakasih bapak-bapak semua.“
(Ai Fatimah - Garut)



“Alhamdulillah saya sangat merasakan kebahagiaan lahir & batin karena bisa menjalankan umroh dengan tour yang sangat kekeluargaan dan terimakasih yang tak terhingga kepada ustadz Muhammadun, MA yang banyak memberikan ilmu baru. Semoga saya bisa lagi kembali ke tanah suci dengan Hasanah Tour.“
(Fenny Widyaningrum – Bogor)



“Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan melaksanakan ibadah umroh bersama Hasanah Tour, banyak hal yang sudah diberikan dalam hal layanan selama berada di tanah suci Mekah dan Madinah dari mulai berangkat sampai kembali lagi ke tanah air, mudah-mudahan kebaikan yang diberikan mendapat balasan dari Allah swt.“
(Iskandar - Jakarta)



“Sebagai perjalanan ibadah umroh yang pertama kali saya sangat terbantu karena mendapatkan kajian intensif selama bersama Hasanah Tour, rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat solid walau baru saling kenal dan selalu diingatkan agar saling membantu dalam semua kegiatan, kenyamanan beribadah sangat diperhatikan sampai hal konsumsi tidak ada keterlambatan.“
(Mujianto – Lampung)



“Perjalanan rohani yang luar biasa… Suasana yang penuh kekeluargaan, semoga silaturahmi ini tidak terbatas hingga disini. Banyak tambahan ilmu yang berkualitas tentang haji & umroh, panitia terlihat berupaya memberikan pelayanan yang optimal.“
(Ratih B. - Bekasi)



“Umroh Backpacker tidak terpaut waktu untuk makan dan melakukan aktivitas lainnya. Mantap pokoknya untuk anak muda yang mampu Ayo segera Umroh!“
(Ahmad Syafii - 25 th, Wiraswasta)



“Alhamdulillah luar biasa. Umroh Backpacker cocok sekali dengan saya, jamaahnya kompak dan pelayanannya Hasanah luar biasa, banyak bonus tambahan“
(Triyanti - 41 th, Ibu Rumah Tangga)



“Pelayanan Hasanah memuaskan, hotelnya nyaman, Umroh Backpacker malah seru soalnya bisa mengEksplor lebih“
(Lailatul Fariha - 32 th, Pegawai BUMN)



“Walaupun Umroh Backpacker dengan biaya relatif murah tapi tidak ada regulasi yang dilanggar. Saya merasakan ketulusan dan pelayanan sepenuh hati dari Hasanan, merasakan kehangatan dalam pemberangkatan dan penyambutan kembali ke tanah air. Kami mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya sepenuh hati, kami do'akan semakin sukses dan saya siap mempromosikan Umroh Hasanah Tour & Travel“
(Muhamad Mikdad Amin - 39 th, Guru)



“Saya merasa cukup puas dan saya berterima kasih dengan pelayanannya termasuk Ustadznya, khususnya Ustadz Riyadh Ahmad Al Hafidz“
(Siti Mahmudah - 52 th, Guru)



“Mengutip dari tausiyah Ustadz Riyadh Ahmad Al Hafidz, bahwa ini bukan karena kebetulan saya dan keluarga bisa berumroh bersama Travel Hasanah Tour, tapi karena sudah takdir Allah. Terimakasih untuk para Ustadz yang membimbing dalam ibadah Umroh kali ini. Terimakasih untuk Hasanah Tour atas fasilitas yang telah diberikan kepada jamaah Umroh. Sekali lagi terimakasih untuk Hasanah Tour, InsyaAllah menjadi bahan rekomendasi saya untuk perjalanan ibadah Umroh ke sahabat, teman, dan saudara. Semoga kita semua bisa melanjutkan ibadah Umroh ini menjadi ibadah Haji. Sukses untuk kita semua. Aamiin“
(Iwan Kustanto - 46 th, Ketua Majelis Taklim Telkomsel Semarang)
Sabda Rasulullah SAW :

“Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penghapus (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (baginya) selain surga” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan Masjid Al Aqsha” (Shahih Bukhari)

“Orang yang melaksanakan haji sama sekali tidak akan jatuh miskin.” [HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar]

Orang yang melaksanakan haji dan orang yang melaksanakan umrah adalah tetamu Allah swt. Allah swt. akan memberi apa yang mereka minta; akan mengabulkan doa yang mereka panjatkan; akan mengganti biaya yang telah mereka keluarkan; dan akan melipat-gandakan setiap satu Dirham menjadi satu juta Dirham.” [HR. Al-Fakihani dalam Akhbaru Makkah].

Testimoni Jama'ah Umroh Backpacker

Nama

Abah Ihsan agen umroh agen umroh terbaik agen umroh terpercaya Berita Umroh Terkini biaya umroh Biaya Umroh 2019 biaya umroh backpacker biaya umroh murah biro haji plus semarang Biro Umroh dan Haji biro umroh demak biro umroh haji plus semarang biro umroh jawa tengah biro umroh jepara biro umroh kendal biro umroh kudus biro umroh murah di semarang biro umroh pati biro umroh pekalongan biro umroh rembang biro umroh semarang biro umroh surabaya biro umroh temanggung biro umroh terbaik biro umroh yogyakarta bobby herwibowo cara mendidik anak secara islami daftar nama travel umroh resmi daftar travel umrah bermasalah film ketika mas gagah pergi Haji Haji Khusus Biro Haji Haji Plus hamas syahid Hasanah Tours & Travel Semarang info umroh dan haji Keistimewaan Umrah di Bulan Ramadhan ketika mas gagah pergi Konsultasi Umroh dan Haji mendidik anak Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum Paket Travel Umroh Semarang paket umroh Paket Umroh Backpacker Paket Umroh dan Haji paket umroh hemat paket umroh murah Paket Umroh Murah Hemat parenting adalah Pelayanan Haji rekomendasi travel umroh Rihlah Tazkiyah Slide Travel Haji travel umroh Travel Umroh dan Haji travel umroh jakarta travel umroh murah travel umroh resmi travel umroh terbaik travel umroh terbaik di semarang travel umroh terbaik jakarta travel umroh terpercaya umrah umrah murah umrah ramadhan umrah semarang Umroh umroh 2018 Umroh 2019 umroh backpacker umroh batang umroh blora Umroh dan Haji umroh demak Umroh Hemat umroh jakarta umroh jepara umroh kendal umroh kudus umroh lailatul qodar 2019 umroh mabrur umroh murah umroh murah saibah umroh murah semarang umroh pati umroh plus umroh plus aqsa umroh plus aqso umroh plus mesir umroh plus turki umroh purwodadi umroh ramadhan umroh rembang Umroh Semarang umroh semarang 2018 umroh sunnah umroh wonosobo umroh yang mabrur
false
ltr
item
Biro Umroh Semarang | Travel Umroh Murah Semarang 2019 | Umroh Backpacker | Travel Umroh Terbaik: Halalkah Dana Talangan Haji Dari Bank Syariah? | Umroh Semarang
Halalkah Dana Talangan Haji Dari Bank Syariah? | Umroh Semarang
https://4.bp.blogspot.com/-zbADjHIo-V8/WmCL9kI54SI/AAAAAAAACvk/MXHr2FlXMoIBswySQyO9c5fXXRENjZJBwCLcBGAs/s400/Halalkah%2BDana%2BTalangan%2BHaji%2BDari%2BBank%2BSyariah.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-zbADjHIo-V8/WmCL9kI54SI/AAAAAAAACvk/MXHr2FlXMoIBswySQyO9c5fXXRENjZJBwCLcBGAs/s72-c/Halalkah%2BDana%2BTalangan%2BHaji%2BDari%2BBank%2BSyariah.jpg
Biro Umroh Semarang | Travel Umroh Murah Semarang 2019 | Umroh Backpacker | Travel Umroh Terbaik
http://www.travelumrohsemarang.com/2018/01/Halalkah-Dana-Talangan-Haji-Dari-Bank-Syariah.html
http://www.travelumrohsemarang.com/
http://www.travelumrohsemarang.com/
http://www.travelumrohsemarang.com/2018/01/Halalkah-Dana-Talangan-Haji-Dari-Bank-Syariah.html
true
2229678080673145314
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy