Bolehkah Saya Sebagai Wanita Pergi Haji Tanpa Suami atau Mahram?

Insya Allah tahun ini saya berangkat haji. Senang rasanya bisa berangkat ke tanah suci, tetapi sekaligus saya juga bersedih...



Pertanyaan : 

Assalamu 'alaikum wr. wb.
Insya Allah tahun ini saya berangkat haji. Senang rasanya bisa berangkat ke tanah suci, tetapi sekaligus saya juga bersedih. Bukan apa-apa, karena ternyata saya tidak bisa berangkat bersama suami sendiri, karena satu dan lain hal.

Apakah sebaiknya saya membatalkan haji ataukah tetap meneruskan niat haji? Initnya saya ingin bertanya, bolehkah seorang wanita pergi haji ke tanah suci tanpa disertai dengan mahram atau suami? Kalau misalnya saya tetap nekat berangkat juga, apakah saya akan berdosa dan apakah haji yang saya lakukan sah?

Mohon dengan sangat agar ustadz menjawab pertanyaan saya ini. Sebelumnya saya ucapkan jazakallah khairal jaza' dan semoga ustadz sekeluarga mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT. Amin.

Wassalamu 'alaikum wr. wb.

Jawaban : 
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum wanita pergi haji, apakah harus ditemani mahram atau boleh tanpa mahram. Berikut adalah rinciannya :

1. Harus Dengan Mahram
Umumnya para ulama mensyaratkan bagi wanita untuk punya mahram yang mendampingi selama perjalanan haji.

Dasar atas syarat ini adalah beberapa hadits Rasulullah SAW berikut ini :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ rقَالَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ.فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً وَاكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا قَالَ ارْجِعْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahunahu dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahramnya." Lalu seorang laki-laki bangkit seraya berkata, "Wahai Rasulullah, isteriku berangkat hendak menunaikan haji sementara aku diwajibkan untuk mengikuti perang ini dan ini." beliau bersabda: "Kalau begitu, kembali dan tunaikanlah haji bersama isterimu."(HR. Bukhari)

عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ قَالَ لاَ تُسَافِرْ الْمَرْأَةُ ثَلاثًا إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

Dari Nafi' dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu dari Nabi SAW, beliau bersabda,"Janganlah seorang wanita bepergian selama tiga hari kecuali bersama mahramnya. (HR. Ahmad)

Juga ada hadits lain :

Janganlah seorang wanita pergi haji kecuali bersama suaminya. (HR. Ad-Daruqutni)

2. Tidak Harus Dengan Mahram
Namun kesertaan suami atau mahram ini tidak dijadikan syarat oleh sebagian ulama, diantaranya Mazhab Al-Malikiyah dan As-Syafi'iyah. Sehingga menurut mereka bisa saja seorang wanita mengadakan perjalanan haji berhari-hari bahkan berminggu-minggu, meski tanpa kesertaan mahram.

Mazhab Asy-Syafi’iyah menyebutkan asalkan seorang wanita pergi haji bersama rombangan wanita yang dipercaya (tsiqah), misalnya teman-teman perjalanan sesama wanita yang terpercaya, maka mereka boleh menunaikan ibadah haji, bahkan hukumnya tetap wajib menaunaikan ibadah haji. Syaratnya, para wanita itu bukan hanya satu orang melainkan beberapa wanita.

Al-Malikiyah juga mengatakan bahwa seorang wania wajib berangkat haji asalkan ditemani oleh para wanita yang terpercaya, atau para laki-laki yang terpercaya, atau campuran dari rombongan laki-laki dan perempuan.

Sebab dalam pandangan kedua mazhab ini, 'illat-nya bukan adanya mahram atau tidak, tetapi ’illatnya adalah masalah keamanan. Adapun adanya suami atau mahram, hanya salah satu cara untuk memastikan keamanan saja. Tetapi meski tanpa suami atau mahram, asalkan perjalanan itu dipastikan aman, maka sudah cukup syarat yang mewajibkan haji bagi para wanita.

Dasar dari kebolehan wanita pergi haji tanpa mahram asalkan keadaan aman, adalah hadits berikut ini :

بَيْنَا أَنَا عِنْدَ النَّبِيِّ ص إِذْ أَتَاهُ رَجُلٌ فَشَكَا إِلَيْهِ الْفَاقَةَ ثُمَّ أَتَاهُ آخَرُ فَشَكَا إِلَيْهِ قَطْعَ السَّبِيلِ. فَقَالَ يَا عَدِيُّ هَلْ رَأَيْتَ الْحِيرَةَ ؟ قُلْتُ لَمْ أَرَهَا وَقَدْ أُنْبِئْتُ عَنْهَا. قَالَ : فَإِنْ طَالَتْ بِكَ حَيَاةٌ لَتَرَيَنَّ الظَّعِينَةَ تَرْتَحِلُ مِنْ الْحِيرَةِ حَتَّى تَطُوفَ بِالْكَعْبَةِ لا تَخَافُ أَحَدًا إِلاَّ اللَّهَ

Dari Adiy bin Hatim berkata,"Ketika aku sedang bersama Nabi SAW tiba-tiba ada seorang laki-laki mendatangi beliau mengeluhkan kefakirannya, kemudian ada lagi seorang laki-laki yang mendatangi beliau mengeluhkan para perampok jalanan". Maka beliau berkata,"Wahai Adiy, apakah kamu pernah melihat negeri Al Hirah?". Aku jawab,"Belum pernah Aku melihatnya namun Aku pernah mendengar beritanya". Beliau berkata,"Seandainya kamu diberi umur panjang, kamu pasti akan melihat seorang wanita yang mengendarai kendaraan berjalan dari Hirah hingga melakukan tawaf di Ka’bah tanpa takut kepada siapapun kecuali kepada Allah". (HR. Bukhari)

Hadits ini mengisahkan penjelasan Rasulullah SAW bahwa suatu saat di kemudian hari nanti, keadaan perjalanan haji akan menjadi sangat aman. Begitu amannya sehingga digambarkan bahwa akan ada seorang wanita yang melakukan perjalanan haji yang teramat jauh sendirian, tidak ditemani mahram, namun dia tidak takut kepada apa pun.

Maksudnya, saat itu keadaan sudah sangat aman, tidak ada perampok, begal, penjahat, dan sejenisnya, yang menghantui perjalanan haji. Kalau pun wanita itu punya rasa takut, rasa takut itu hanya kepada Allah SWT saja.

Dan ternyata masa yang diceritakan beliau SAW tidak lama kemudian terjadi. Adi bin Hatim radhiyallahuanhumengisahkan bahwa di masa akhir dari hidupnya, beliau memang benar-benar bisa menyaksikan apa yang pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Selain menggunakan dalil hadits di atas, mereka juga mendasarkan pendapat mereka di atas praktek yang dilakukan oleh para istri Nabi, ummahatul mukminin. Sepeninggal Rasulullah SAW mereka mengadakan perjalanan haji dari Madinah ke Mekkah. Dan kita tahu persis bahwa tidak ada mahram yang mendampingi mereka, juga tidak ada suami. Mereka berjalan sepanjang 400-an km bersama dengan rombongan laki-laki dan perempuan.

Namun perlu dicatat bahwa kebolehan wanita bepergian tanpa mahram menurut Mazhab As-Syafi'iyah dan Al-Malikiyah hanya pada kasus haji yang wajib saja. Sedangkan haji yang sunnah, yaitu haji yang kedua atau ketiga dan seterusnya, tidak lagi diberi keringanan. Apalagi untuk perjalanan selain haji.

Kebijakan Pemerintah Saudi
Pemerintah Saudi Arabia kadang agak membingungkan dalam penetapan keharusan adanya mahram buat wanita yang bepergian. Di satu sisi, pemerintah itu mewajibkan para wanita yang datang berhaji untuk disertai mahram. Dan ada kartu khusus yang harus diisi untuk menjelaskan siapa mahram dari tiap wanita ketika pemeriksaan imigrasi di Bandara Jeddah. Bila ada seorang wanita yang tidak bisa menunjukkan kartu mahram, maka dia tidak boleh masuk ke negara itu.

Tetapi kita tahu persis bahwa setiap bulan ada puluhan ribu tenaga kerja wanita (TKW) keluar masuk Saudi Arabia. Dan tidak ada satu pun yang ditemani mahram. Padahal mereka bukan sekedar pergi haji atau umrah yang dalam hitungan hari, melainkan mereka bermukim untuk bekerja dalam hitungan waktu yang amat lama, bahkan bisa bertahun-tahun. 

Dan selama bertahun-tahun itu, tidak ada seorang pun mereka ditemani oleh mahram, suami, atau rombongan sesama perempuan atau rombongan campuran laki-laki dan perempuan.

Sampai hari ini Penulis masih kesulitan mendapatkan dalil yang membenarkan atau menghalalkan para TKW melakukan perjalanan tanpa mahram lebih dari tiga hari. Entahlah kalau para mufti di Saudi Arabia itu punya hadits yang membolehkan, seharusnya mereka publikasikan kepada khalayak, sebab menyembunyikan hadits itu haram hukumnya.

Tetapi kalau mereka tidak punya satu hadits yang membolehkan, maka hukumnya tetap haram sampai hari kiamat. Dan membiarkan sesuatu yang haram adalah dosa besar juga. Apalagi kalau mereka ikut menikmati pekerjaan para TKW Indonesia di rumah mereka sendiri, maka hukumnya jauh lebih haram lagi. Sebab di muka publik mereka mengharamkan wanita bepergian tanpa mahram, tetapi dalam praktek kehidupan rumah tangga, mereka malah mempraktekkannya.

Maka pendapat yang lebih tepat menurut hemat Penulis adalah bahwa ’illat dari kewajiban adanya mahram adalah masalah keamanan. Selama keadaan terjamin keamanannya, maka tidak harus ada mahram. Tetapi biar pun ada mahram, kalau tidak aman, maka tidak boleh bepergian.

Al-Azhar Mesir Menerima Mahasiswi
Masalah wanita bepergian tanpa mahram dalam waktu yang lama, rupanya juga menjadi bahan perdebatan panjang di tengah ulama, termasuk di Universitas Al-Azhar Mesir.

Namun setelah berulang tahun yang keseribu tahun, akhirnya universitas tertua di dunia ini membuka kuliah untuk para wanita dari seluruh dunia. Tentu para wanita ini datang ke Mesir tanpa mahram atau suami. Mereka umumnya gadis-gadis yang di masa depan akan menjadi guru dan dosen mengajarkan agama Islam kepada para wanita.

Barangkali Al-Azhar akhirnya berpikir bahwa tidak mungkin mengharamkan para wanita belajar ilmu-ilmu keislaman dengan alasan tidak adanya mahram.

Dalam jumlah yang amat sedikit, beberapa universitas di Saudi Arabia pun juga membuka kuliah buat para wanita dari berbagai penjuru dunia. Karena keadaan yang mengharuskan ada ulama dari kalangan wanita.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Sumber : http://www.rumahfiqih.com/



Pencarian Populer :

Biro travel umroh resmi 2018 kami melayani umroh dan haji di Semarang, Solo,Jogja,Yogyakarta,Magelang,Jakarta,Bandung,Bekasi,Surabaya, promo umroh ramadhan 2018,arti umroh,pengertian haji dan umroh beserta dalilnya,umroh berapa hari,tata cara umroh,materi haji dan umroh,paket umroh,perbedaan umroh dan haji,makalah haji dan umroh,sejarah singkat ibadah haji dan umrah dalam islam,sejarah haji nabi ibrahim,sejarah pelaksanaan ibadah haji,sejarah haji singkat,sejarah disyariatkannya ibadah haji,materi fiqih tentang umroh,umroh semarang 2017, umroh,umroh jogja,umroh 2018,umroh solo,umroh murah,umroh sunnah,umroh tiket murah,umroh backpacker,umroh berapa hari,umroh adalah,umroh yogyakarta,travel umroh,travel umroh jogja,travel umroh sbl,travel umroh arminareka,travel umroh resmi,travel umroh murah,travel umroh terbaik,travel umroh Jakarta,travel umroh surabaya,travel umroh terbaik di surabaya,travel umroh di bandung,tour umroh,tour umroh terpercaya,tour umroh semarang,tour umroh palembang,tour umroh surabaya,tour umroh malang,tour umroh terbaik di indonesia,tour umroh yang bagus,tour umroh yusuf mansur,tour umroh plus turki,paket umroh,paket umroh telkomsel,paket umroh 2018,paket umroh indosat,paket umroh xl,paket umroh murah,paket umroh 2017,paket umroh 3,paket umroh nur ramadhan yogyakarta,paket umroh murah 2018,paket umroh ramadhan 2018,harga umroh,harga umroh,harga umroh 2018,harga umroh 2017,harga umroh arminareka 2017,harga umroh ramadhan 2018,harga umroh tahun 2018,harga umroh desember 2017,harga umroh murah,harga umroh abu tour,harga umroh percikan iman 2017,fiqih umroh,fiqih umroh sesual sunnah,tiqih umroh dan haji,fiqih umroh wanita,fiqih umroh,makalah fiqih umroh,fiqih ibadah umroh,fIqih tentang umroh,fiqih haji umroh,fiqih hail dan umroh ppt,fiqih hail dan umrah pdf,bimbingan umroh ,bimbingan umroh Iengkap,bimbingan umroh dan haji,bimbingan umroh sesuai sunnah,bimbingan umroh youtube,bimbingan umroh sesual sunnah nabi,bimbingan umrah pdf,bimbingan umroh yogyakarta,bimbingan umroh 2015,bimbingan umroh arminareka,bimbingan umroh di bandung,biro umroh ,biro umroh jogja,biro umroh di solo,biro umroh surakarta,biro umroh terbaik di solo,biro umroh solo,biro umroh magelang,biro umroh semarang,biro umroh sbl,biro umroh maktour,biro umroh terbaik,biro travel umroh,biro travel umroh di palembang,biro travel umroh di solo,biro travel umroh nra,biro travel umroh resmi,biro travel umroh di semarang,biro travel umroh bekasi,biro travel umroh di surabaya,biro travel umroh surabaya,biro travel umroh solo,biro travel umroh bermasalah

COMMENTS

Apa Kata Mereka tentang Hasanah ?



“Alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa ikut umroh bersama Hasanah Tour, saya merasakan kedekatan antar jamaah, serasa seperti saudara sendiri.“
(Anas Haidar Izzudin - Sragen)



“Saat saya pergi dari rumah dengan sangat gembira dan bahagia, Alhamdulillah bisa melaksanakan sholat di Masjid Nabawi, walaupun saya sempat jatuh sakit Alhamdulillah saya bisa melaksanakan thawaf, sa’i dan tahalul berkat bantuan dan bimbingan tim Hasanah Tour semuanya. Terimakasih bapak-bapak semua.“
(Ai Fatimah - Garut)



“Alhamdulillah saya sangat merasakan kebahagiaan lahir & batin karena bisa menjalankan umroh dengan tour yang sangat kekeluargaan dan terimakasih yang tak terhingga kepada ustadz Muhammadun, MA yang banyak memberikan ilmu baru. Semoga saya bisa lagi kembali ke tanah suci dengan Hasanah Tour.“
(Fenny Widyaningrum – Bogor)



“Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan melaksanakan ibadah umroh bersama Hasanah Tour, banyak hal yang sudah diberikan dalam hal layanan selama berada di tanah suci Mekah dan Madinah dari mulai berangkat sampai kembali lagi ke tanah air, mudah-mudahan kebaikan yang diberikan mendapat balasan dari Allah swt.“
(Iskandar - Jakarta)



“Sebagai perjalanan ibadah umroh yang pertama kali saya sangat terbantu karena mendapatkan kajian intensif selama bersama Hasanah Tour, rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat solid walau baru saling kenal dan selalu diingatkan agar saling membantu dalam semua kegiatan, kenyamanan beribadah sangat diperhatikan sampai hal konsumsi tidak ada keterlambatan.“
(Mujianto – Lampung)



“Perjalanan rohani yang luar biasa… Suasana yang penuh kekeluargaan, semoga silaturahmi ini tidak terbatas hingga disini. Banyak tambahan ilmu yang berkualitas tentang haji & umroh, panitia terlihat berupaya memberikan pelayanan yang optimal.“
(Ratih B. - Bekasi)



“Umroh Backpacker tidak terpaut waktu untuk makan dan melakukan aktivitas lainnya. Mantap pokoknya untuk anak muda yang mampu Ayo segera Umroh!“
(Ahmad Syafii - 25 th, Wiraswasta)



“Alhamdulillah luar biasa. Umroh Backpacker cocok sekali dengan saya, jamaahnya kompak dan pelayanannya Hasanah luar biasa, banyak bonus tambahan“
(Triyanti - 41 th, Ibu Rumah Tangga)



“Pelayanan Hasanah memuaskan, hotelnya nyaman, Umroh Backpacker malah seru soalnya bisa mengEksplor lebih“
(Lailatul Fariha - 32 th, Pegawai BUMN)



“Walaupun Umroh Backpacker dengan biaya relatif murah tapi tidak ada regulasi yang dilanggar. Saya merasakan ketulusan dan pelayanan sepenuh hati dari Hasanan, merasakan kehangatan dalam pemberangkatan dan penyambutan kembali ke tanah air. Kami mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya sepenuh hati, kami do'akan semakin sukses dan saya siap mempromosikan Umroh Hasanah Tour & Travel“
(Muhamad Mikdad Amin - 39 th, Guru)



“Saya merasa cukup puas dan saya berterima kasih dengan pelayanannya termasuk Ustadznya, khususnya Ustadz Riyadh Ahmad Al Hafidz“
(Siti Mahmudah - 52 th, Guru)



“Mengutip dari tausiyah Ustadz Riyadh Ahmad Al Hafidz, bahwa ini bukan karena kebetulan saya dan keluarga bisa berumroh bersama Travel Hasanah Tour, tapi karena sudah takdir Allah. Terimakasih untuk para Ustadz yang membimbing dalam ibadah Umroh kali ini. Terimakasih untuk Hasanah Tour atas fasilitas yang telah diberikan kepada jamaah Umroh. Sekali lagi terimakasih untuk Hasanah Tour, InsyaAllah menjadi bahan rekomendasi saya untuk perjalanan ibadah Umroh ke sahabat, teman, dan saudara. Semoga kita semua bisa melanjutkan ibadah Umroh ini menjadi ibadah Haji. Sukses untuk kita semua. Aamiin“
(Iwan Kustanto - 46 th, Ketua Majelis Taklim Telkomsel Semarang)
Sabda Rasulullah SAW :

“Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penghapus (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (baginya) selain surga” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan Masjid Al Aqsha” (Shahih Bukhari)

“Orang yang melaksanakan haji sama sekali tidak akan jatuh miskin.” [HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar]

Orang yang melaksanakan haji dan orang yang melaksanakan umrah adalah tetamu Allah swt. Allah swt. akan memberi apa yang mereka minta; akan mengabulkan doa yang mereka panjatkan; akan mengganti biaya yang telah mereka keluarkan; dan akan melipat-gandakan setiap satu Dirham menjadi satu juta Dirham.” [HR. Al-Fakihani dalam Akhbaru Makkah].

Testimoni Jama'ah Umroh Backpacker

Nama

Abah Ihsan agen umroh agen umroh terbaik agen umroh terpercaya Berita Umroh Terkini biaya umroh Biaya Umroh 2019 biaya umroh backpacker biaya umroh murah biro haji plus semarang Biro Umroh dan Haji biro umroh demak biro umroh haji plus semarang biro umroh jawa tengah biro umroh jepara biro umroh kendal biro umroh kudus biro umroh murah di semarang biro umroh pati biro umroh pekalongan biro umroh rembang biro umroh semarang biro umroh surabaya biro umroh temanggung biro umroh terbaik biro umroh yogyakarta bobby herwibowo cara mendidik anak secara islami daftar nama travel umroh resmi daftar travel umrah bermasalah film ketika mas gagah pergi Haji Haji Khusus Biro Haji Haji Plus hamas syahid Hasanah Tours & Travel Semarang info umroh dan haji Keistimewaan Umrah di Bulan Ramadhan ketika mas gagah pergi Konsultasi Umroh dan Haji mendidik anak Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum Paket Travel Umroh Semarang paket umroh Paket Umroh Backpacker Paket Umroh dan Haji paket umroh hemat paket umroh murah Paket Umroh Murah Hemat parenting adalah Pelayanan Haji rekomendasi travel umroh Rihlah Tazkiyah Slide Travel Haji travel umroh Travel Umroh dan Haji travel umroh jakarta travel umroh murah travel umroh resmi travel umroh terbaik travel umroh terbaik di semarang travel umroh terbaik jakarta travel umroh terpercaya umrah umrah murah umrah ramadhan umrah semarang Umroh umroh 2018 Umroh 2019 umroh backpacker umroh batang umroh blora Umroh dan Haji umroh demak Umroh Hemat umroh jakarta umroh jepara umroh kendal umroh kudus umroh lailatul qodar 2019 umroh mabrur umroh murah umroh murah saibah umroh murah semarang umroh pati umroh plus umroh plus aqsa umroh plus aqso umroh plus mesir umroh plus turki umroh purwodadi umroh ramadhan umroh rembang Umroh Semarang umroh semarang 2018 umroh sunnah umroh wonosobo umroh yang mabrur
false
ltr
item
Biro Umroh Semarang | Travel Umroh Murah Semarang 2019 | Umroh Backpacker | Travel Umroh Terbaik: Bolehkah Saya Sebagai Wanita Pergi Haji Tanpa Suami atau Mahram?
Bolehkah Saya Sebagai Wanita Pergi Haji Tanpa Suami atau Mahram?
https://2.bp.blogspot.com/-MZpfOYokzn0/VUzbkiL7cQI/AAAAAAAAAHE/ju1NNhm1X4I/s400/wanita-safar.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-MZpfOYokzn0/VUzbkiL7cQI/AAAAAAAAAHE/ju1NNhm1X4I/s72-c/wanita-safar.jpg
Biro Umroh Semarang | Travel Umroh Murah Semarang 2019 | Umroh Backpacker | Travel Umroh Terbaik
http://www.travelumrohsemarang.com/2017/10/bolehkah-saya-sebagai-wanita-pergi-haji.html
http://www.travelumrohsemarang.com/
http://www.travelumrohsemarang.com/
http://www.travelumrohsemarang.com/2017/10/bolehkah-saya-sebagai-wanita-pergi-haji.html
true
2229678080673145314
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy