Bolehkah Menjadikan Jeddah Sebagai Miqat?

Pertanyaan saya seputar miqat haji bangsa Indonesia, karena ada seorang ustadz dalam ceramahnya mengatakan bahwa haram menjadikan Jeddah sebagai tempat miqat, karena tidak ada dalilinya. Sehingga semua jamaah haji kita wajib membayar dam karena telah melakukan pelanggaran. Mohon penjelasannya?

Ilustrasi gambar : http://gloopic.net/



Pertanyaan : 
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Semoga ustadz selalu dalam keadaan sehat wal afiyat dan hidayat dari Allah SWT.

Mohon izin untuk menyampaikan pertanyaan yang barangkali sudah sering ditanyakan, tetapi saya ingin yang ustadz menjawabnya dengan moderat, adil, seimbang dan tanpa harus menyalahkan.

Pertanyaan saya seputar miqat haji bangsa Indonesia. Yang saya perhatikan miqat jamaah haji kita bukan Yalamlam atau Qarnul Manazil atau yang sejajar dengannya, tetapi Kementerian Agama RI menetapkan bahwa miqat kita adalah bandara King Abdul Aziz Jeddah. 

Lalu ada seorang ustadz dalam ceramahnya mengatakan bahwa haram menjadikan Jeddah sebagai tempat miqat, karena tidak ada dalilinya. Sehingga semua jamaah haji kita wajib membayar dam karena telah melakukan pelanggaran.

Kami sebagai jamaah haji yang awam jadi bingung karena mendapatkan informasi simpang siur. Bagaimana ini, kok ada yang membolehkan tetapi ada yang bilang tidak boleh.

Mohon penjelasan yang mudah dan bisa dimengerti dari ustadz, yaitu bolehkah sesungguhnya kita menjadikan Jeddah sebagai tempat miqat haji dan umrah?

Semoga bisa terjawab dengan segera dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Wassalam

Jawaban : 
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sepanjang 14 abad penetapan miqat makani nyaris tidak pernah menimbulkan polemik yang berarti. Sebab tempat-tempat itu tidak pernah berubah atau bergeser dari posisinya. Para jamaah haji dari berbagai penjuru dunia pasti akan melewati tempat-tempat yang telah disebutkan Rasulullah SAW itu. Kalau pun ada perubahan, hanya perubahan nama tempat saja, tetapi tempat miqat itu tetap pada posisinya sejak zaman nabi.

Tetapi ketika manusia sudah menemukan pesawat terbang, dan para jemaah haji mulai menumpang ’besi terbang’ ini, mulai muncul sedikit masalah. Sebab pesawat-pesawat terbang ini terbang di atas langit, sementara tidak ada satu pun dalil dari Rasulullah SAW yang menjelaskan miqat makani buat jamaah yang datang lewat ’langit’.

Misalnya, bila suatu ketika ada orang bisa tinggal di bulan, tentunya datang ke bumi tidak melewati miqat-miqat yang telah ditetapkan, karena mereka muncul dari atas langit. Lantas dimanakah miqat makani buat jamaah haji yang muncul dari atas langit?

Dan pesawat terbang pada ketinggian di atas 27.000 kaki dari permukaan laut, nyaris tidak melewati batas-batas miqatitu. Maka dalam hal ini setidaknya ada dua pendapat yang berkembang :

1. Pendapat Pertama : Ikut Miqat di Darat
Para ulama kontemporer berpendapat bahwa miqat makani buat para jamaah yang menumpang pesawat itu adalah garis-garis 'imajiner' yang menghubungkan titik-titik yang ada pada masing-masing miqat.

Dan sangat mudah untuk menemukan garis imaginer itu dengan pesawat modern, karena pasti dilengkapi dengan alat semacam Global Positioning System (GPS) dan sejenisnya. Biasanya GPS yang tersedia di kursi masing-masing penumpang pada pesawat tertentu.

GPS akan memberitahukan dengan pasti posisi pesawat terhadap titik-titik koordinat tertentu di muka bumi, bahkan juga bisa memastikan kecepatan pesawat, ketinggian (altitude), perkiraan waktu yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan dan sebagainya.

Maka mudah saja bagi jamaah haji yang ingin memulai berihram, karena kapten akan memberitahukan bahwa dalam hitungan beberapa menit lagi pesawat akan berada di atas posisi titik miqat. Bahkan para penumpang bisa melihat sendiri posisi pesawat yang mereka tumpangi di layar LCD di kursi masing-masing.

Dan tanpa harus mendarat di titik-titik yang telah disebutkan oleh Rasulullah SAW itu, para jemaah mulai berganti pakaian ihram, berniat dan melantunkan talbiyah, dari ketinggian sekian ribu kaki di atas permukaan laut.

Bahwa miqat makani buat mereka yang naik pesawat terbang harus mengikuti miqat yang ada di darat, sehingga mulai berihram harus dilakukan di atas pesawat, adalah pendapat beberapa ulama, di antaranya :

a. Majelis Bahtsul Masail Nadhatul Ulama
Majelis Bahtsul Masail Nahdhatul Ulama (NU), lembaga yang banyak mengurusi fatwa kontemporer di kalangannahdhiyyin ini, dalam salah satu keputusannya menegaskan bahwa Bandara Jeddah tidak memenuhi ketentuan sebagai miqat makani buat jamaah haji Indonesia.

Majelis ini tegas menyebutkan bahwa jamaah haji Indonesia harus melakukan niat tawaf pada waktu pesawat terbang memasuki daerah Qarnul-Manazil. Berikut ini petikannya:

Soal:
Orang Indonesia yang melaksanakan ibadah haji melalui Jeddah yang akan langsung menuju Makkah, apabila mereka memulai ihramnya dari Jeddah, apakah terkena wajib membayar dam bagi mereka?

Jawab:
Mengingatkan bahwa lapangan terbang Jeddah di mana jamaah haji Indonesia mendarat, ternyata tidak memenuhi ketentuan sebagai miqat, maka apabila para jamaah haji Indonesia (yang berangkat pada hari terakhir) akan langsung menuju Makkah, hendaknya mereka melakukan niat pada waktu pesawat terbang memasuki daerah Qarnul-Manazil atau daerah Yalamlam atau miqat-miqat yang lain (yaitu setelah mereka menerima penjelasan dari petugas pesawat udara yang bersangkutan).

Untuk memudahkan pelaksanaannya, dianjurkan agar para jamaah memakai pakaian ihramnya sejak dari lapangan terbang Indonesia tanpa niat terlebih dahulu.

Kemudian niat ihram baru dilakukan pada waktu pesawat terbang memasuki daerah Qarnul-manazil atau Yalamlam. Tetapi kalau para jamaah ingin sekaligus niat ihram di Indonesia, itupun diperbolehkan.

b. Fatwa Syeikh Abdul Aziz bin Baz
Mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa lalu, Syeikh Abdul Aziz bin Baz ketika ditanya tentang keabsahan Bandara King Abdul Aziz sebagai pengganti dari miqat dengan tegas menolak dan mengatakan tidak sah apabila jamaah haji mulai berihram dari Bandara itu. Berikut kutipan fatwa beliau :

Hal yang mewajibkan kami menjelaskan masalah ini adalah adanya buku kecil yang datang dari sebagian rekan pada akhir-akhir ini yang berjudul 'Adillatul Itsbat anna Jaddah Miqat', yaitu Dalil-dalil yang membuktikan Jeddah adalah Miqat.

Di dalam buku kecil ini penulisnya berupaya mengadakan miqat tambahan di luar miqat-miqat yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Dia beranggapan bahwa Jeddah itu adalah miqat bagi orang-orang yang datang dengan pesawat udara di bandara atau datang ke Jeddah lewat laut atau lewat darat.

Maka menurut penulis buku ini, mereka boleh menunda ihramnya sampai tiba di Jeddah, kemudian berihram dari sana. Karena, menurut anggapan dia, Jeddah itu sejajar dengan dua miqat, yaitu Sa'diyah dan Juhfah.

Ini adalah kesalahan besar yang dapat diketahui oleh setiap orang yang mempunyai pengetahuan tentang realita sebenarnya. Sebab, Jeddah itu berada di dalam wilayah miqat, dan orang yang datang ke Jeddah pasti telah melalui salah satu miqat yang telah ditetapkan oleh Muhammad SAW atau berada dalam posisi sejajar dengannya baik di darat, laut maupun di udara. Maka tidak boleh melewati miqat itu tanpa ihram jika berniat menunaikan ibadah haji atau ibadah umrah.

Di bagian akhir dari fatwa itu, beliau memberi kesimpulan :

Sesungguhnya fatwa khusus yang dikeluarkan tentang bolehnya menjadikan Jeddah sebagai miqat bagi para penumpang pesawat udara dan kapal laut adalah fatwa batil (tidak benar) karena tidak bersumber dari nash al-Qur`an ataupun hadits Rasulullah SAW ataupun ijma' para ulama salaf, dan tidak pernah dikatakan oleh seorang ulama kaum muslimin yang dapat dijadikan sandaran.

c. Fatwa Lajnah Daimah Kerajaan Saudi Arabia
Penulis kutipkan bagian terpenting dari Fatwa Lajnah Daimah Kerajaan Saudi Arabia :

Tidak syak bahwa Jeddah tidak termasuk miqat. Siapa yang mengakhirkan ihramnya sampai ke Jeddah, maka dia telah melewati miqat menurut syar'i.

Karena itu dia terkena dam, yaitu satu kambing atau sepersepuluh unta atau sepersepuluh sapi yang disembelih di tanah haram dan dibagikan kepada orang miskin tanah haram.

d. Fatwa Majma' Fiqih Al-Islami
Selain Lajnah Daimah, juga ada fatwa dari Majma' Fiqih Al-Islami yang kami kutipkan bagian terpentingnya saja :

Jika hal ini diketahui, maka bagi orang-orang yang haji dan umrah lewat jalan udara dan laut serta yang lainnya tidak boleh mengakhirkan ihram sampai mereka tiba di Jeddah.

Sebab Jeddah tidak termasuk miqat yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Demikian pula orang-orang yang tidak membawa pakaian ihram, maka mereka juga tidak boleh mengakhirkan ihram sampai ke Jeddah.

2. Pendapat Kedua : Dimana Pesawat Mendarat
Sementara di sisi lain, memang tidak sedikit kalangan ulama yang menjadikan Bandara King Abdul Aziz di Jeddah sebagai tempat miqat.

Mereka berpendapat bahwa orang yang datang lewat ’langit’ tidak mulai berihram di atas miqat-miqat tadi, tetapi mulai mengambil miqat dari tempat dimana pesawat itu menyentuh daratan, yang dalam hal ini adalah Bandara King Abdul Aziz yang terletak di kota Jeddah.

Bandara Jeddah saat ini boleh dibilang satu-satunya bandara untuk jamaah haji, kecuali pesawat-pesawat milik maskapai Saudi Arabia yang bisa langsung mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di kota Madinah.

Yang jadi masalah adalah karena posisi Bandara King Abdul Aziz ini sudah berada di sebelah Barat tanah haram. Sedangkan jamaah haji Indonesia, tentunya tidak datang dari arah Barat melainkan dari Timur atau Tenggara. Jadi kalau mendarat di Jeddah, sudah pasti akan melewati garis miqat.

Dan seharusnya cara ini terlarang, karena setiap orang yang melewati garis miqat wajib berihram, kalau tujuannya semata-mata menuju ke Ka’bah untuk haji atau ihram.

Di zaman dulu ketika kita masih menggunakan kapal laut, jamaah haji Indonesia bisa dengan mudah berihram darimiqat yang ditentukan. Namun agak lain ceritanya bila berihram di atas pesawat terbang.

Sebab yang namanya berihram itu adalah membuka pakaian biasa berganti dengan dua lembar handuk sebagai pakaian resmi berihram. Memang akan sedikit merepotkan, bila dilakukan di dalam pesawat terbang.

Yang jadi masalah, bukan pilot tidak tahu tempat batas miqat, tetapi bagaimana memastikan bahwa sekian ratus penumpang di dalam pesawat yang sedang terbang tinggi di langit, bisa berganti pakaian bersama pada satu titik tertentu.

Sementara untuk berpakaian ihram sejak dari Indonesia, sebenarnya bisa saja dilakukan, namun jaraknya masih terlalu jauh. Kalau kita tarik garis lurus Jakarta Makkah di peta google earth, sekitar 9.000-an km jaraknya. Perjalanan ditempuh sekitar 8 sampai 10 jam penerbangan non-stop.

a. Kementerian Agama RI
Departemen Agama Republik Indonesia yang kini berubah nama menjadi Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai biro perjalanan haji terbesar di dunia, nampaknya lebih cenderung berpendapat bahwa Jeddah bisa menjadi alternatif miqat makani.

Hal itu bisa dibuktikan dengan seragamnya semua petunjuk yang diarahkan berupaya mencari pendapat-pendapat yang membolehkan jamaah haji bermiqat dari bandara Jeddah.

Pendapat pihak Kementerian Agama RI ini untuk menjadikan Bandara King Abdul Aziz sebagai tempat miqatberpegang pada beberapa pendapat berikut ini :

  1. Pendapat Ibnu Hajar pengarang Kitab Tuhfah memfatwakan bahwa jamaah haji yang datang dari arah Yaman boleh memulai ihram setelah tiba di Jeddah karena jarak Jeddah-Makkah sama dengan jarak Yalamlam-Makkah. An-Naswyili Mufti Makkah dan lain-lain sepakat dengan Ibnu Hajar ini.
  2. Menurut mazhab Maliki dan Hanafi, jamaah haji yang melakukan dua miqat memenuhi ihramnya dari miqat kedua tanpa membayar dam.[1]
  3. Menurut Ibnu Hazm, jamaah haji yang tidak melalui salah satu miqat boleh ihram dari mana dia suka, baik di darat maupun di laut.[2]
b. Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Tercatat tiga kali Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang bolehnya berihram dari bandara Jeddah, yaitu tahun 1980, 1981 dan 2006. Berikut petikannya fatwa terakhirnya:

Membaca:
Surat dari Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji Departemen Agama RI No.D/Hj.00/2246/1996, tanggal 26 April 1996 tentang usul perbaikan Fatwa MUI tentang ketentuan Miqat Makani bagi Jama'ah Haj i Indonesia.
  1. Surat dari KH. Syukron Makmun tentang pendapat tertulis kepada Sidang Komisi yang berkenaan dengan masalahMiqat Makani tersebut.
  2. Pendapat Al-Marhum Syekh Yasin Al-Fadani.
Memperhatikan:
Pendapat, saran dan uraian yang disampaikan oleh para peserta sidang dalam pembahasan masalah tersebut.

Berpendapat:
1. Karena Jama'ah Haji Indonesia yang akan langsung ke Makkah tidak melalui salah satu dari Miqat Makani yang telah ditentukan Rasulullah, Komisi berpendapat bahwa masalah Miqat bagi mereka termasuk masalah ijtihadiyah.

2. Mengukuhkan Keputusan Fatwa Komisi Fatwa tanggal 12 Jumadil Ula 1400 H/29 Maret 1980 tentang Miqat Makanibagi Jama’ah Haji Indonesia, yaitu Bandara Jenddah (King Abdul Aziz) bagi yang langsung ke Makkah dan Bir Ali bagi yang lebih dahulu ke Madinah.

3. Dengan Fatwa tersebut di atas tidak berarti menambah miqat baru selain dari yang telah ditentukan Rasulullah SAW. Sebenarnya berihram dari Jeddah (Bandara King Abdul Aziz) dengan alasan-alasan, antara lain, sebagai berikut:

  • Jarak antara Bandara King Abdul Aziz Jeddah dengan Makkah telah melampaui 2 (dua) marhalah. Kebolehan berihram dari jarak seperti itu termasuk hal yang telah disepakati oleh para ulama.
  • Penggunaan mawaqit mansusah (dengan teori muhazah) menunjukkan bahwa pelaksanaan penggunaan miqatadalah masalah ijtihadi

Ditetapkan:
Jakarta, 16 Zulhijah 1416 H/04 Mei 1996 M
DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua

KH. HASAN BASRI 

Sekretaris

DRS. H.A. NAZRI ADLANI

c. Pendapat Syeikh Mustafa Az-Zarqa’

Salah satu ulama besar dan berpengaruh yang juga berpendapat bahwa Bandara King Abdul Aziz di Jeddah boleh dijadikan tempat miqat makani adalah Syeikh Mustafa Az-Zarqa’.[3]

Dengan bahasa yang tegas beliau mengatakan bahwa orang yang datang dengan pesawat terbang tidak wajib melakukan ihram, kecuali setelah pesawat mendarat di daerah yang akan mereka tempuh dengan jalur darat.

Karena Bandara Internasional Jeddah terletak di dalam miqat makani maka dari situlah mereka harus memulai ihramkarena mereka disamakan dengan penduduk Jeddah. Seandainya bandara itu nanti dipindah ke Makkah, maka tempatihram mereka adalah dari Makkah sama dengan penduduk Makkah.

Begitu seterusnya sesuai dengan miqat-miqat makani yang sudah ditentukan lewat jalur darat pada masa Nabi SAW. Menurutnya ketentuan miqat makani ihram yang sudah ada nashnya tidak berlaku bagi orang yang naik pesawat.

Beliau termasuk ulama modern yang agaknya menolak pendapat ulama yang mengatakan bahwa teks hadits mengenai miqat makani berlaku baik lewat darat, laut, maupun udara.

Dalam hal ini ia berbeda pendapat dengan semua ulama anggota RAA yang bersidang di Yordania tahun 1407 H.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA 

[1] Fiqh 'ala al-Mazahib al-Arba'ah, ha1.640

[2] Fiqh as-Sunnah jilid 1 hal. 658

[3] Syaikh Musthafa Az Zarqa, Fatawa Mushtafa Az-Zarqa, Dar Al Qalam, Cet. Ke-3 thn. 2004 hal. 177-194



Sumber : http://www.rumahfiqih.com/




Pencarian Populer :

Biro travel umroh resmi 2018 kami melayani umroh dan haji di Semarang, Solo,Jogja,Yogyakarta,Magelang,Jakarta,Bandung,Bekasi,Surabaya, promo umroh ramadhan 2018,arti umroh,pengertian haji dan umroh beserta dalilnya,umroh berapa hari,tata cara umroh,materi haji dan umroh,paket umroh,perbedaan umroh dan haji,makalah haji dan umroh,sejarah singkat ibadah haji dan umrah dalam islam,sejarah haji nabi ibrahim,sejarah pelaksanaan ibadah haji,sejarah haji singkat,sejarah disyariatkannya ibadah haji,materi fiqih tentang umroh,umroh semarang 2017, Umroh, Umroh Murah, Umroh dan Haji, Travel Umroh dan Haji, Biro Umroh dan Haji, Umroh Semarang, umrah, info umroh dan haji, umrah murah, umroh ramadhan, umrah ramadhan, umrah semarang, Pelayanan Haji, Haji, Haji Plus, Haji Khusus Biro Haji, Travel Haji, Umroh Hemat, umroh plus turki, umroh 2018, umroh wonosobo, umroh pati, umroh demak, umroh jepara, umroh kudus, umroh rembang, umroh purwodadi, umroh rembang, umroh blora, umroh kendal, umroh batang, biro umroh demak, biro umroh jepara, biro umroh kendal, biro umroh semarang, biro umroh jawa tengah, biro umroh yogyakarta, biro umroh temanggung, biro umroh surabaya, biro umroh pekalongan, biro umroh rembang, biro haji plus semarang, paket umroh murah, paket umroh hemat, umroh murah saibah, umroh 2018, umroh semarang 2018, Umroh 2019, biro umroh semarang,biro umroh murah di semarang,umroh murah semarang,umroh semarang,,umroh jogja,umroh 2018,umroh solo,umroh murah,umroh sunnah,umroh tiket murah,umroh backpacker,umroh berapa hari,umroh adalah,umroh yogyakarta,travel umroh,travel umroh jogja,travel umroh sbl,travel umroh arminareka,travel umroh resmi,travel umroh murah,travel umroh terbaik,travel umroh Jakarta,travel umroh surabaya,travel umroh terbaik di surabaya,travel umroh di bandung,tour umroh,tour umroh terpercaya,tour umroh semarang,tour umroh palembang,tour umroh surabaya,tour umroh malang,tour umroh terbaik di indonesia,tour umroh yang bagus,tour umroh yusuf mansur,tour umroh plus turki,paket umroh,paket umroh telkomsel,paket umroh 2018,paket umroh indosat,paket umroh xl,paket umroh murah,paket umroh 2017,paket umroh 3,paket umroh nur ramadhan yogyakarta,paket umroh murah 2018,paket umroh ramadhan 2018,harga umroh,harga umroh,harga umroh 2018,harga umroh 2017,harga umroh arminareka 2017,harga umroh ramadhan 2018,harga umroh tahun 2018,harga umroh desember 2017,harga umroh murah,harga umroh abu tour,harga umroh percikan iman 2017,fiqih umroh,fiqih umroh sesual sunnah,tiqih umroh dan haji,fiqih umroh wanita,fiqih umroh,makalah fiqih umroh,fiqih ibadah umroh,fIqih tentang umroh,fiqih haji umroh,fiqih hail dan umroh ppt,fiqih hail dan umrah pdf,bimbingan umroh ,bimbingan umroh Iengkap,bimbingan umroh dan haji,bimbingan umroh sesuai sunnah,bimbingan umroh youtube,bimbingan umroh sesual sunnah nabi,bimbingan umrah pdf,bimbingan umroh yogyakarta,bimbingan umroh 2015,bimbingan umroh arminareka,bimbingan umroh di bandung,biro umroh ,biro umroh jogja,biro umroh di solo,biro umroh surakarta,biro umroh terbaik di solo,biro umroh solo,biro umroh magelang,biro umroh semarang,biro umroh sbl,biro umroh maktour,biro umroh terbaik,biro travel umroh,biro travel umroh di palembang,biro travel umroh di solo,biro travel umroh nra,biro travel umroh resmi,biro travel umroh di semarang,biro travel umroh bekasi,biro travel umroh di surabaya,biro travel umroh surabaya,biro travel umroh solo,biro travel umroh bermasalah

COMMENTS

Apa Kata Mereka tentang Hasanah ?



“Alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa ikut umroh bersama Hasanah Tour, saya merasakan kedekatan antar jamaah, serasa seperti saudara sendiri.“
(Anas Haidar Izzudin - Sragen)



“Saat saya pergi dari rumah dengan sangat gembira dan bahagia, Alhamdulillah bisa melaksanakan sholat di Masjid Nabawi, walaupun saya sempat jatuh sakit Alhamdulillah saya bisa melaksanakan thawaf, sa’i dan tahalul berkat bantuan dan bimbingan tim Hasanah Tour semuanya. Terimakasih bapak-bapak semua.“
(Ai Fatimah - Garut)



“Alhamdulillah saya sangat merasakan kebahagiaan lahir & batin karena bisa menjalankan umroh dengan tour yang sangat kekeluargaan dan terimakasih yang tak terhingga kepada ustadz Muhammadun, MA yang banyak memberikan ilmu baru. Semoga saya bisa lagi kembali ke tanah suci dengan Hasanah Tour.“
(Fenny Widyaningrum – Bogor)



“Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan melaksanakan ibadah umroh bersama Hasanah Tour, banyak hal yang sudah diberikan dalam hal layanan selama berada di tanah suci Mekah dan Madinah dari mulai berangkat sampai kembali lagi ke tanah air, mudah-mudahan kebaikan yang diberikan mendapat balasan dari Allah swt.“
(Iskandar - Jakarta)



“Sebagai perjalanan ibadah umroh yang pertama kali saya sangat terbantu karena mendapatkan kajian intensif selama bersama Hasanah Tour, rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat solid walau baru saling kenal dan selalu diingatkan agar saling membantu dalam semua kegiatan, kenyamanan beribadah sangat diperhatikan sampai hal konsumsi tidak ada keterlambatan.“
(Mujianto – Lampung)



“Perjalanan rohani yang luar biasa… Suasana yang penuh kekeluargaan, semoga silaturahmi ini tidak terbatas hingga disini. Banyak tambahan ilmu yang berkualitas tentang haji & umroh, panitia terlihat berupaya memberikan pelayanan yang optimal.“
(Ratih B. - Bekasi)



“Umroh Backpacker tidak terpaut waktu untuk makan dan melakukan aktivitas lainnya. Mantap pokoknya untuk anak muda yang mampu Ayo segera Umroh!“
(Ahmad Syafii - 25 th, Wiraswasta)



“Alhamdulillah luar biasa. Umroh Backpacker cocok sekali dengan saya, jamaahnya kompak dan pelayanannya Hasanah luar biasa, banyak bonus tambahan“
(Triyanti - 41 th, Ibu Rumah Tangga)



“Pelayanan Hasanah memuaskan, hotelnya nyaman, Umroh Backpacker malah seru soalnya bisa mengEksplor lebih“
(Lailatul Fariha - 32 th, Pegawai BUMN)



“Walaupun Umroh Backpacker dengan biaya relatif murah tapi tidak ada regulasi yang dilanggar. Saya merasakan ketulusan dan pelayanan sepenuh hati dari Hasanan, merasakan kehangatan dalam pemberangkatan dan penyambutan kembali ke tanah air. Kami mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya sepenuh hati, kami do'akan semakin sukses dan saya siap mempromosikan Umroh Hasanah Tour & Travel“
(Muhamad Mikdad Amin - 39 th, Guru)



“Saya merasa cukup puas dan saya berterima kasih dengan pelayanannya termasuk Ustadznya, khususnya Ustadz Riyadh Ahmad Al Hafidz“
(Siti Mahmudah - 52 th, Guru)



“Mengutip dari tausiyah Ustadz Riyadh Ahmad Al Hafidz, bahwa ini bukan karena kebetulan saya dan keluarga bisa berumroh bersama Travel Hasanah Tour, tapi karena sudah takdir Allah. Terimakasih untuk para Ustadz yang membimbing dalam ibadah Umroh kali ini. Terimakasih untuk Hasanah Tour atas fasilitas yang telah diberikan kepada jamaah Umroh. Sekali lagi terimakasih untuk Hasanah Tour, InsyaAllah menjadi bahan rekomendasi saya untuk perjalanan ibadah Umroh ke sahabat, teman, dan saudara. Semoga kita semua bisa melanjutkan ibadah Umroh ini menjadi ibadah Haji. Sukses untuk kita semua. Aamiin“
(Iwan Kustanto - 46 th, Ketua Majelis Taklim Telkomsel Semarang)
Sabda Rasulullah SAW :

“Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penghapus (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (baginya) selain surga” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan Masjid Al Aqsha” (Shahih Bukhari)

“Orang yang melaksanakan haji sama sekali tidak akan jatuh miskin.” [HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar]

Orang yang melaksanakan haji dan orang yang melaksanakan umrah adalah tetamu Allah swt. Allah swt. akan memberi apa yang mereka minta; akan mengabulkan doa yang mereka panjatkan; akan mengganti biaya yang telah mereka keluarkan; dan akan melipat-gandakan setiap satu Dirham menjadi satu juta Dirham.” [HR. Al-Fakihani dalam Akhbaru Makkah].
Nama

agen umroh agen umroh terbaik agen umroh terpercaya Berita Umroh Terkini biaya umroh Biaya Umroh 2019 biaya umroh backpacker biaya umroh murah biro haji plus semarang Biro Umroh dan Haji biro umroh demak biro umroh haji plus semarang biro umroh jawa tengah biro umroh jepara biro umroh kendal biro umroh kudus biro umroh murah di semarang biro umroh pati biro umroh pekalongan biro umroh rembang biro umroh semarang biro umroh surabaya biro umroh temanggung biro umroh terbaik biro umroh yogyakarta daftar nama travel umroh resmi daftar travel umrah bermasalah Haji Haji Khusus Biro Haji Haji Plus Hasanah Tours & Travel Semarang info umroh dan haji Keistimewaan Umrah di Bulan Ramadhan Konsultasi Umroh dan Haji Paket Travel Umroh Semarang paket umroh Paket Umroh dan Haji Paket Umroh Desember paket umroh hemat paket umroh murah paket umroh plus turki Pelayanan Haji rekomendasi travel umroh Slide Travel Haji travel umroh Travel Umroh dan Haji travel umroh jakarta travel umroh murah travel umroh resmi travel umroh terbaik travel umroh terbaik di semarang travel umroh terbaik jakarta travel umroh terpercaya umrah umrah murah umrah ramadhan umrah semarang Umroh umroh 2018 Umroh 2019 umroh backpacker umroh batang umroh blora Umroh dan Haji umroh demak Umroh Hemat umroh jakarta umroh jepara umroh kendal umroh kudus umroh murah umroh murah saibah umroh murah semarang umroh pati umroh plus aqsa umroh plus aqso umroh plus mesir umroh plus turki umroh purwodadi umroh ramadhan umroh rembang Umroh Semarang umroh semarang 2018 umroh sunnah umroh wonosobo
false
ltr
item
Biro Umroh Semarang | Travel Umroh Murah Semarang 2019 | Umroh Backpacker | Travel Umroh Terbaik: Bolehkah Menjadikan Jeddah Sebagai Miqat?
Bolehkah Menjadikan Jeddah Sebagai Miqat?
https://2.bp.blogspot.com/-ZbJHAIfJF2I/Wda3LwZPdKI/AAAAAAAACLI/d4xkRS5UtuERoEK3jOCltqeYMgmY0mV2gCLcBGAs/s400/gpnet_Bersama_Biro_Penyelenggara_Umroh_dan_Haji_Murah_Serta_Travel_Umroh_dan_Haji_Terbaik_Hasanah_Tours_Semarang.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-ZbJHAIfJF2I/Wda3LwZPdKI/AAAAAAAACLI/d4xkRS5UtuERoEK3jOCltqeYMgmY0mV2gCLcBGAs/s72-c/gpnet_Bersama_Biro_Penyelenggara_Umroh_dan_Haji_Murah_Serta_Travel_Umroh_dan_Haji_Terbaik_Hasanah_Tours_Semarang.jpg
Biro Umroh Semarang | Travel Umroh Murah Semarang 2019 | Umroh Backpacker | Travel Umroh Terbaik
http://www.travelumrohsemarang.com/2017/10/bolehkah-menjadikan-jeddah-sebagai-miqat.html
http://www.travelumrohsemarang.com/
http://www.travelumrohsemarang.com/
http://www.travelumrohsemarang.com/2017/10/bolehkah-menjadikan-jeddah-sebagai-miqat.html
true
2229678080673145314
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy